Erosi Gerus Jembatan Peuribu

Erosi Krueng Woyla di kawasan Suak Seumaseh, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat semakin parah

Erosi Gerus Jembatan Peuribu
SERAMBI/RIZWAN
JALAN provinsi lintas Meulaboh-Tutut di kawasan Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat mengalami kerusakan serta membahayakan pengendara yang melintasinya. Foto direkam Sabtu (2/3). 

* Lintas Meulaboh-Banda Aceh Terancam

MEULABOH - Erosi Krueng Woyla di kawasan Suak Seumaseh, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat semakin parah. Jembatan rangka baja di Peuribu, kecamatan setempat di lintasan Meulaboh-Banda Aceh pun kini terancam ambruk bila tidak segera ditangani.

Keuchik Peuribu, Amiruddin kepada Serambi, Minggu (3/3), mengatakan, erosi Krueng Woyla yang semakin parah telah menghantam sisi abutment jembatan pada bagian Peuribu. Kondisi ini, jelas, selalu terus terjadi ketika sungai itu dilanda banjir. “Erosinya semakin parah dan kondisi jembatan menjadi terancam,” kata Amiruddin.

Ia mengaku, Muspika Arongan Lambalek sudah pernah turun ke lokasi untuk melihat langsung abutment jembatan yang digerus erosi. “Tentu juga Mupika sudah melaporkan ke pihak kabupaten dengan harapan disampaikan lagi ke provinsi. Sebab, itu jalan negara yang dalam hal ini Pemerintah Aceh harus peduli,” ulasnya.

Amiruddin memastikan, bila kondisi itu tidak ditangani dengan cepat, maka jembatan rangka baja tersebut bisa ambruk jika kawasan tersebut dilanda banjir besar. Dampaknya, transportasi darat dari Banda Aceh ke wilayah barat selatan Aceh atau sebaliknya akan terganggu, bahkan tidak tertutup kemungkinan akan kembali lagi ke era rakit yang pernah terjadi puluhan tahun silam. “Tentu harapan kita jangan sampai kembali ke era rakit. Makanya perlu segera ditangani,” harap Keuchik Peuribu.

Amiruddin mengungkapkan, beberapa tahun lalu, abutment jembatan Peuribu pernah jebol, namun sudah ditangani. Kini, jembatan itu kembali digerus erosi Krueng Woyla yang melintasi sejumlah kecamatan dengan muara ke laut di kawasan Arongan Lambalek. Selain jembatan, erosi itu juga mengancam rumah warga dan kebun yang ikut amblas ke sungai.

Beberapa pengguna jalan di lintas Meulaboh-Banda Aceh berharap, Pemerintah Aceh perlu secepatnya menangani serta melakukan langkah sehingga kondisi jembatan Peuribu atau sering disebut sebagai jembatan Suak Seumaseh itu selamat dari ancaman erosi. “Jembatan itu sebagai akses dari Banda Aceh ke wilayah barat selatan Aceh. Tentu kalau ambruk maka barat selatan akan kembali terisolir,” tukas Sudirman, warga Meulaboh.

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Syamsul Rizal ST yang ditanyai Serambi, kemarin, terkait erosi abutment jembatan Peuribu mengatakan, dari laporan diperolehnya bahwa pihak provinsi sudah pernah turun ke lokasi baru-baru ini.

Pemkab Aceh Barat, beber Syamsul, juga sudah melaporkan kondisi jembatan itu ke provinsi dengan harapan bisa segera ditangani sehingga tidak ambruk yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. “Pak kadis saat ini di Banda Aceh. Nanti saya sampaikan pesan ke pak kadis untuk disampaikan lagi ke PUPR Aceh soal jembatan itu,” ucapnya.

Syamsul mengakui, bahwa kondisi erosi yang menghantam abutment jembatan Peuribu pada sisi arah Meulaboh memang sangat parah. “Tentu hal itu akan berdampak pada jembatan yang selama ini sebagai jalur lintasan ke barat selatan Aceh atau sebaliknya,” pungkas dia.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved