Empat Intimidator Dibidik dengan Pasal Berbeda

Pemeriksaan empat tersangka intimidator (orang yang melakukan intimidasi) dalam kampanye pemilihan umum

Empat Intimidator Dibidik dengan Pasal Berbeda
DOK POLRES BIREUEN
EMPAT pria yang diduga intimidator dalam kampanye pileg dan pilpres sekaligus sebagaiterduga pelaku tindak pidana menguasai senjata tajam untuk tujuan intimidasi ditangkap aparat Polres Bireuen. Foto direkam kemarin 

BIREUEN - Pemeriksaan empat tersangka intimidator (orang yang melakukan intimidasi) dalam kampanye pemilihan umum legislatif (pileg) dan presiden (pilpres) yang ditangkap polisi Rabu (27/2) lalu dan ditetapkan resmi sebagai tersangka pada hari Kamis (28/2) hampir selesai dan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bireuen. Keempat tersangka dibidik dengan delik dan pasal berbeda karena perbuatan melawan hukum yang mereka lakukan berbeda-beda satu sama lain.

Informasi itu disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada Serambi di Bireuen, Senin (4/3).

Menurutnya, tim penyidik sedang merampungkan berkas perkara terhadap masing-masing tersangka secara terpisah. Itu karena, ada tersangka yang memang tersangkut kasus intimidasi pemilu, ada pula yang terkait kepemilikan senjata tajam, dan ada tersangka yang justru tersangkut kasus perampasan kendaraan beberapa waktu lalu.

Namun, sejauh ini tidak dirincikan, dari empat tersangka berapa orang yang tersangkut kasus intimidasi dan berapa orang pula yang tersangkut kasus kepemilikan senjata tajam maupun perampasan kendaraan.

Sebelumnya dilaporkan bahwa intimidasi yang diduga dilakukan keempat tersangka sejak dua minggu terakhir adalah mendatangi rumah-rumah tim sukses (timses) partai di kawasan Peusangan dan Jangka, Kabupaten Bireuen. Lalu mereka meminta timses untuk tidak lagi berkampanye dan dilarang mengampanyekan caleg mereka. Kemudian mereka mengarahkan timses untuk berkampanye ke partai tertentu saja. Selain itu, ketika polisi menggeledah mobil yang mereka kendarai ditemukan sebilah parang yang dibawa-bawa dalam perjalanan.

Dengan demikian, berdasarkan penelusuran Serambi, kasus intimidasi pemilu idealnya akan dibidik dengan Pasal 182a Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan, dan menghalang-halangi seseorang yang akan melakukan haknya untuk memilih, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 24 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit Rp 24 juta dan dan paling banyak Rp 72 juta.

Selanjutnya, kasus kepemilikan senjata tajam (senjata penikam atau penusuk) akan dibidik dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 yang ancaman hukumannya adalah pidana penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Sedangkan kasus perampasan kendaraan akan dibidik dengan Pasal 368 ayat (1) KUHPidana yang ancaman pidananya paling lama sembilan tahun penjara.

Dengan demikian, hukuman pidana untuk setiap perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan keempat pria itu memang berbeda-beda karena deliknya memang berbeda.

Tiga saksi
Sejauh ini, kata Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, jumlah saksi dalam kasus ini yang telah dimintai keterangan hanya tiga orang dan tidak bertambah lagi. “Berkas perkaranya hampir rampung dan masing-masing berkas tersangka dibuat terpisah karena ada kasus lain yang melibatkan mereka. Keempat mereka telah mengakui perbuatannya,” ujar Iptu Eko Rendi.

Ia tambahkan, setelah empat tersangka itu ditangkap 27 Februari lalu hingga kemarin belum ada laporan terbaru di wilayah Bireuen terkait dugaan intimidasi menyangkut Pemilu 2019. “Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus intimidasi di Bireuen, cukup satu kasus saja,” ujar Eko Rendi.

Di sisi lain, Kapolres Bireuen kembali meminta masyarakat di kabupaten itu untuk sama-sama menjaga keamanan dan menghargai perbedaan pilihan dalam pileg dan pilpres. “Aparat penegak hukum Polres Bireuen terus melakukan berbagai langkah untuk memberikan rasa aman menjelang pemilu, apalagi dalam waktu dekat akan dimulai pelaksanaan kampanye terbuka,” ujarnya.

Polres Bireuen, tambah Kasat Reskrim, juga akan terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Apabila ada pihak atau oknum yang mencoba melakukan intimidasi segera lapor dan Polres Bireuen segera bertindak tegas,” ujarnya. (yus/dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved