Salam

Sanitasi di Banda Aceh Masih Banyak Masalah

Pemerintah Aceh menyerahkan penghargaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) berkelanjutan

Sanitasi di Banda Aceh Masih Banyak Masalah
IST
PLT Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah dan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman berfoto bersama seusai menyerahkan penghargaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) berkelanjutan, Minggu (3/3) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh 

Pemerintah Aceh menyerahkan penghargaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) berkelanjutan kepada Kota Banda Aceh. Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, penghargaan itu diberikan karena 100 persen warga kota ini tidak lagi buang air besar (BAB) sembarangan atau open defecation free (ODF). Artinya, jamban warga Banda Aceh saat ini sudah sangat sesuai.

Untuk mencapai ke tingkat itu, Pemko Banda Aceh berkolaborasi dengan provinsi hingga kementerian dalam pengentasan kawasan kumuh, serta melakukan perbaikan sanitasi warga. Petugas-petugas Sanitasi Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Tim Sanitasi, rajin mengampanyekan tentang ODF atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Ya, sebagai ibukota provinsi, yang menjadi “kiblat” kemajuan Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh dan warganya, dalam banyak sisi kehidupan memang harus mencapai tingkat yang lebih baik dibanding kabupaten/kota lainnya di Aceh. Hal-hal penting yang harus dicerminkan secara baik di Banda Aceh adalah pelayanan pemerintah kota kepada warganya, ketertiban, kebersihan, dan lain-lain.

Bicara kebersihan, maka di dalamnya termasuk soal sanitasi dan budaya hidup bersih masyarakat. Sebab, sanitasi didefinisikan sebagai “perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.”

Sedangkan kalangan ahli kesehatan masyarakat memberi pengertian sanitasi sebagai “pencegahan penyakit dengan mengurangi atau mengendalikan faktor-faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan rantai penularan penyakit. Pengertian lain dari sanitasi adalah upaya pencegahan penyakit melalui pengendalian faktor lingkungan yang menjadi mata rantai penularan penyakit.

Maka, soal ketersediaan air bersih dan pembuangan sampah adalah dua hal yang juga terkait dengan sanitasi. Sistem distribusi air bersih melalui jaringan pipa harus benar-benar dapat menjamin masyarakat menerima air bersih yang berkualitas untuk minum, mandi, cuci, dan kakus.

Jika soal buang air besar dianggap sudah cukup baik, maka soal air bersih dan sampah hingga kini masih bermasalah. Air yang diproduksi dan didistribusikan oleh PDAM Tirta Daroy Banda Aceh ke rumah-rumah warga yang berlangganan, jangan kualitas, kuantitasnya pun belum terjamin. Artinya, distribusi belum lancar. Banyak warga yang sering mengeluh karena air tak mengalir ke rumah-rumah mereka. Pada saat mengalir juga masih bermasalah. Terkadang air bercampur lumpur sehingga berwarna kecoklatan. Di lain waktu air yang masuk ke rumah-rumah warga juga ada yang berbau tidak enak.

Sedangkan sampah, selain tempat pembuangan akhir yang masih bermasalah, tampat-tempat penampungan sementara juga sangat mengganggu lingkungan karena bau busuk dari sampah-sampah yang tak lancar diangkut. Jadi, bicara sanitasi, Banda Aceh masih banyak masalah!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved