Salam

Makanan Kita Ternyata Juga Sumber Penyakit

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek mengingatkan masyarakat Aceh untuk lebih berhati-hati terhadap ancaman

Makanan Kita Ternyata Juga Sumber Penyakit
IST
NILA FARID MOELOEK, Menkes RI

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek mengingatkan masyarakat Aceh untuk lebih berhati-hati terhadap ancaman penyakit stroke, jantung, dan darah manis (DM) karena persentase ketiga penyakit ini di Aceh sudah mencapai 103 persen atau di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 93,4 persen.

Berikutnya penyakit jantung, rata-rata nasional 113 persen, sedangkan Aceh 124 persen. Selanjutnya penyakit darah manis (diabetes/DM) rata-rata nasional 157 persen, Aceh dan sejumlah daerah lainnya 179 persen.

Dampak tingginya persentase jumlah masyarat Aceh yang terkena stroke, jantung, dan diabetes, telah membuat umur harapan hidup orang Aceh jadi rendah atau hanya 67,8 tahun, di bawah rata-rata nasional yang mencapai 71,5 tahun.

Yang paling penting diingatkan bahwa biaya untuk mengobati ketiga penyakit itu sangat mahal. Bahkan BPJS Kesehatan kewalahan menanggung dana penyelenggaraan program JKN. Kecuali itu, masa pengobatan dan penyembuhannya juga cukup panjang. “Pasien akan menjadi beban bagi keluarganya,” ujar Nila Farid Moeloek.

Dua dokter senior spesialis jantung dan syaraf di RSUZA Banda Aceh mengatakan, tingginya penderita stroke dan jantung di Aceh karena prilaku dan gaya hidup penderita. Misalnya, mengonsumsi makanan tak sehat serta tidak teratur, tidak banyak bergerak, merokok bagi pria, dan kegemukan bagi kaum wanita. Tak kurang dari 36,6 persen orang Aceh menggunakan minyak kelapa dan 18.9 gram minyak kelapa sawit untuk memasak dan mengonsumsinya 20,2 gram per orang setiap hari.

Kebiasaan masyarakat yang dianggap buruk oleh para dokter ahli dan senior itu antara lain kita sering mengonsumsi makanan hewani siap saji yang tingkat kadar kolesterolnya tinggi atau tidak larut dalam darah, kurang makan sayuran, suka konsumsi makanan yang asin, dan mengonsumsi obat-obatan yang tidak disiplin atau tidak patuh.

Sudah lama memang kalangan dokter dan ahli kesehatan di daerah ini mengkhawatirkan pola makan masyarakat yang sangat potensial menimbulkan stroke, sakit jantung, darah manis, dan lain-lain. Banyaknya macam-macam kenduri di Aceh diapandang salah satu sebab tingginya serangan penyakit tersebut.

Para dokter tidak bermaksud melarang masyarakat Aceh menggelar macam-macam kenduri, tapi yang menjadi soal adalah menunya. Sajian dalam setiap kenduri dinilai terlalu banyak lemak, manis, dan asin. Yang dianjurkan adalah kita lebih banyak mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar. Satu lagi, kita diingatkan lebih banyak bergerak atau berolahraga untuk membakar lemak.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved