Panwaslih Gayo Lues Sidangkan Pelanggaran Pemilu, Caleg Nuraini Berstatuskan TMS

Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslih) kabupaten Gayo Lues (Galus) gelar sidang penanganan pelanggaran administratif Pemilu.

Panwaslih Gayo Lues Sidangkan Pelanggaran Pemilu, Caleg Nuraini Berstatuskan TMS
SERAMBINEWS.COM/RASIDAN
Panwaslih Galus gelar sidang pelanggaran administrasi Pemilu yang dilakukan seorang Caleg DPRK dari Dapil 1 di kabupaten itu, sidang berlangsung di kantor Panwaslih Galus di Raklunung, Jalan Blangkejeren-kutacane, Rabu (6/3/2019). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslih) kabupaten Gayo Lues (Galus) gelar sidang penanganan pelanggaran administratif Pemilu.

Terduga pelanggaran administrasi itu dilakukan calon legislatif (Caleg) DPRK Galus dari partai politik (parpol) Golkar dengan nomor urut 9 bernama Nuraini, SPd.

Caleg dari Partai Golkar tersebut dengan daerah pemilihan Kecamatan Blangkejeren, Putri Betung dan Blangpegayon itu diduga melanggar administrasi tahapan Pemilu.

Sehingga harus disidangkan oleh Panwaslih Galus dan kini caleg tersebut sudah berstatuskan sebagai caleg dari Daftar Calon Tetap yang ditetapkan KIP Galus sebagai caleg TMS (tidak menenuhi syarat).

Ketua Panwaslih Galus, Sulaiman sekaligus sebagai ketua Majelis didampingi anggota Majelis, Ali Nurdin dan Hajijah Ritonga dalam sambutannya, menerangkan, caleg nomor urut 9 dari Partai Golkar yang disidangkan tersebut akibat melakukan pelanggaran administrasi Pemilu.

Karena yang bersangkut selain sebagai Caleg yang sudah terdaftar sebagai DCT juga berstatuskan guru honor (PPTK) yang digaji oleh negara di salah satu sekolah di Kecamatan Blangkejeren.

"Caleg Nuraini SPd dari partai Golkar itu merupakan guru honor di SMPN1 Atap Agusen kabupaten tersebut yang tidak mengundurkan diri saat mendaftar di KIP Galus hingga terakhir ditetapkan sebagai DCT selama ini," sebutnya.

Baca: VIDEO - Panwaslih Copot APK di Lokasi Terlarang

Baca: Info Penerimaan Calon PPNPNS Pada Sekretariat Panwaslih Abdya, 22 Orang Sudah Mendaftar  

Baca: Anggota Panwaslih Aceh Diberhentikan

Secara terpisah Komisioner KIP Galus, Eka Angraini, kepada Serambinews.com mengatakan, saat mendaftar yang bersangkutan (Nuraini) tidak menyebutkan bekerja di intansi pemerintahan lainnya, bahkan dalam berkas pencalonan dan pendaftar tercatat sebagai eks mahasiswi.

"Nama Caleg DPRK Dapil 1 dari partai Golkar Nuraini tidak dihapus dari kertas surat suara karena sudah dicetak dan disortir, akan tetapi SK-nya diubah dan ia (Nuraini) kini berstatuskan Caleg TMS dan kalau pun ada suara yang memilih dia atau mencoblos Caleg itu suaranya tidak diakui dan menjadi suara partai," sebutnya. (*)

Penulis: Rasidan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved