Opini

Jangan Lecehkan Alquran

ALQURAN merupakan kalam Ilahi yang sangat sakral bagi umat Islam khususnya

Jangan Lecehkan Alquran
Jamaah Muslim Yaman membaca Alquran. AFP/ MOHAMMED HUWAIS 

Oleh Apridar

ALQURAN merupakan kalam Ilahi yang sangat sakral bagi umat Islam khususnya. Kitab tersebut merupakan petunjuk hidup yang juga terbentang kabar gembira, serta berbagai larangan yang dapat membimbing umat pada jalan yang benar. Petunjuk hidup yang tidak tergerus dengan perkembangan zaman, bahkan kebenaran akan semakin terbukti secara ilmiah sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka tidak berlebihan apabila Alquran juga digunakan sebagai rujukan dalam setiap penelitian ilmiah. Apa yang terkandung di dalamnya, dari dulu hingga sekarang bahkan hingga akhir zaman belum terbantahkan.

Kitab yang sangat sakral tersebut oleh umat muslim ditempatkan pada tempat yang sangat mulia. Tidak ada yang berani mengolok-olok, apalagi melecehkannya. Hal tersebut akan membuat umat Islam murka apabila dilakukan. Banyak sudah yang dikenakan sanksi akibat perbuatan hina tersebut. Baik itu umat non-muslim maupun yang mengaku dirinya muslim.

Allah Swt sendiri sudah menegaskan bahwa bagi siapa saja yang melakukan pelecehan, padahal orang tersebut mengetahui bahwa kebenaran itu memang benar adanya. Namun karena kemunafikan yang telah memenuhi hatinya, sehingga dengan adanya bisikan setan, banyak yang terpengaruh untuk “menjual” ayat Alquran dengan harapan memperoleh materi dunia.

Akibat dari kesombongannya itu, ia tega mengorbankan agamanya untuk memperoleh dunia yang fatamorgana tersebut. Maka tidaklah berlebihan apabila Allah Swt menetapkan kaum kafir dan munafik tersebut sebagai bahan bakar neraka Jahannam.

Terbukti sudah sekarang apa yang digambarkan dalam Alquran bahwa umat muslim yang begitu banyak, namun dapat diombang-ambing bagaikan buih di lautan oleh golongan kafir dan munafik. Belum puas mereka sebelum umat mukmin mengikuti kesesatannya.

Akibat kedengkian
Sebenarnya ia tahu kebenaran yang dilaksanakan oleh mukmin, namun akibat kedengkian yang sudah merasuk di hatinya, ia akan selalu berusaha untuk melencengkan ibadah umat muslim. Sebagaimana setan tahu bahwa perintah Allah itu suatu kebenaran yang nyata. Namun di depan Allah sendiri ia memohon untuk menggelincirkan anak cucu Adam, agar kelak memiliki temannya di dalam neraka.

Setan selalu berusaha mencuri informasi dari langit untuk ia coba pelintirkan agar umat manusia terberdaya atas rayuannya. Sama halnya apa yang dilakukan oleh kaum kafir dan munafik, ia mempelajari Islam bukan untuk beribadah, namun untuk membolak-balik maknanya agar umat muslim terpedaya oleh ucapanya. Nafsu yang begitu besar akibat kecintaan dunia yang berlebihan tersebutlah, sehingga ia akan rela mengorbankan akhiratnya untuk memperoleh dunia yang fana ini.

Kebenaran Alquran yang memang sudah terbukti secara nyata, tetap diusahakan untuk dibengkokkan secara massif dan terencana oleh musuh-musuh Islam. Berbagai hal dilakukan untuk mengugat kebenaran tersebut secara bertahap agar ragu terhadap kebenaran, kemudian baru di gantikan dengan pikiran sesatnya. Menjadi pertanyaan bagi kita, kenapa mereka selalu sibuk mencari-cari kesalahan kitap suci umat muslim. Kalau memang mereka mampu membuat satu surat saja, dan silakan mengajak teman-teman setannya untuk mengikuti apa yang dia buat silakan saja.

Karena kedengkian dan ketidak mapuannya untuk membuat satu surat saja, sehingga kaum kafir dan munafiq selalu sibuk untuk mengotak-atik kalam Ilahi yang kebenaranya begitu sempurna agar umat muslim tersesat dalam beribadah. Banyak perintah yang seperti pembagian warisan dua bagian bagi lelaki dan satu bahagian bagi perempuan dengan tanggung jawab yang begitu jelas perbedaannya, dicoba untuk dirasonalisasikan dengan pikiran piciknya tanpa melihat tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh kaum lelaki ataupun perempuan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved