Ruang Rawat Jiwa Terbengkalai

Dua gedung ruang rawat jiwa RSUD Aceh Tamiang yang telah selesai dibangun pada 2015 dan 2018

Ruang Rawat Jiwa Terbengkalai
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Dinding bagian belakang salah satu gedung baru di RSUD Aceh Tamiang retak. Gedung yang baru saja selesai dikerjakan ini rencananya akan difungsikan sebagai Ruang Rawat Jiwa. 

* RSUD Aceh Tamiang belum Terima dari Pemprov

KUALASIMPANG - Dua gedung ruang rawat jiwa RSUD Aceh Tamiang yang telah selesai dibangun pada 2015 dan 2018 masih terbengkalai, karena belum juga difungsikan. Pihak RSUD menyatakan belum ada serah terima dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Aceh, sehingga belum dapat dimanfaatkan untuk merawat pasien jiwa.

Dua ruang rawat jiwa itu terletak di bagian belakang komplek RSUD Aceh Tamiang, masing-masing gedung memiliki empat ruangan. Gedung pertama selesai dikerjakan tahun 2015, namun hingga empat tahun berselang, gedung tersebut belum juga difungsikan.

Gedung kedua selesai dikerjakan pada akhir 2018 dan sama halnya dengan gedung pertama, juga belum difungsikan. Malahan tembok bagian belakang gedung yang dibangun menggunakan anggaran Rp 593.989.000 ini sudah retak.

“Kesan yang muncul, pembangunan gedung ini tanpa perencanaan dan rekanan kerja seenaknya tanpa memikirkan kebutuhan rumah sakit,” kata pemerhati jasa konstruksi Aceh, Syariful Alam, Kamis (7/3).

Menurut dia, sebagai RSUD berpredikat B, sudah selayaknya memiliki ruang rawat jiwa, apalagi selama ini, penderita penyakit ini harus dirawat di luar daerah, seperti Medan dan Banda Aceh. padahal, fasilitas itu sudah didukung dengan tersedianya formasi dokter spesialis jiwa.

“Ruang rawat iiwa ini memang diperlukan, tapi bila gedung pertama saja belum digunakan, kenapa harus ada gedung kedua. Inikan sama saja menghambur-hamburkan uang rakyat dan apakah dokter spesialis jiwa sudah ada,” ujarnya.

Padahal bila manajemen ingin meningkatkan pelayanan rumah sakit, maka penambahan ruang rawat inap juga tidak kalah penting, karena kapasitas kamar saat ini sudah tidak mampu menampung pasien, sehingga harus rela dirawat di Ruang ICU.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Aceh Tamiang, T Dedy Syah ketika dikonfirmasi menjelaskan kedua gedung itu dibangun menggunakan dana Otsus. Menurutnya, pelaksana proyek itu belum melakukan serah terima dengan pihak rumah sakit.

“Itukan yang mengerjakan Banda Aceh karena sumber dananya Otsus dan sampai sekarang belum ada serah terima, jadi belum bisa kita manfaatkan,” kata Dedy.

Dia berharap serah terima gedung ini bisa dilakukan secepatnya, agar pelayanan terhadap pasien jiwa bisa berjalan maksimal. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa selesai, biar bisa digunakan,” ucapnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved