Jalan Jambu Labu Rusak Parah

Jalan di gampong Jambu Labu, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur rusak parah dengan panjang sekitar 15 km. Jalan usaha tani

Jalan Jambu Labu Rusak Parah
SERAMBINEW.COM/M NAZAR
Warga melintas di ruas jalan Grong-grong menghubungkan Batee, Pidie, Selasa (9/10/2018) yang rusak parah. 

IDI – Jalan di gampong Jambu Labu, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur rusak parah dengan panjang sekitar 15 km. Jalan usaha tani itu tembus ke Gampong Bedari, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur dengan jarak sekitar 42 km, tetapi tidak bisa dilalu, karena banyak sungai tanpa jembatan, selain jalan sudah rusak parah.

Paiman, Keuchik Jambo Labu, kepada Serambi, kamis (7/3) mengatakan pada 2016 lalu sudah pernah diusulkan ke Pemkab Aceh Timur agar diperbaiki dan dibangun, tapi sampai saat ini belum juga terealiasi. Menurut dia, jalan usaha tani ini harus segera dibangun, karena mayoritas masyarakat di daerah ini berkebun karet, pinang, jengkol dan sejumlah tanaman lainnya.

Dia menyebutkan kondisi jalan masih tanah liat, sehingga berlumpur saat hujan dan berdebu saat musim kemarau. Dia mengungkapkan pada 2017 lalu ada warganya bernama Tunggak yang meninggal di atas sepeda motor yang bermuatan karet akibat kelelahan melewati jalan berlumpur.

Paiman menyatakan beberapa waktu lalu anggota DPRK dari Partai Aceh, Hermansyah pernah membantu alat berat untuk renovasi jalan di daerah itu sekitar 15 kilometer, tetapi masih banyak jalan yang perlu diperbaiki. “Kami membantu biaya minyak dan upah operator alat berat, sedangkan untuk membangun jalan dari dana gampong, kami tidak mampu,” ujarnya.

Disebutkan, untuk menuju Gampong Jambo Labu harus melalui Kota Langsa, yang berbatasan langsung dengan Gampong Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Paiman menjelaskan jalan sepanjang 2,5 km dari Kebun Ireng menuju Jambu Labu juga belum diaspal dan warga berharap agar diaspal tahun ini.

Dia mengatakan warga Jambo Labu mandiri, karena sudah memiliki lahan pertanian masing-masing, tetapi jalan usaha tani harus dibantu oleh pemerintah. Disebutkan, warga tetap menanam karet karena tahan lama, sedangkan sawit tidak bisa dibawa ke kota karena jalan rusak parah, sehingga warga tidak menanam sawit.(c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved