Korban Puting Beliung Dibantu

Pemkab Pidie Jaya (Pijay) memberi bantuan kepada korban puting-beliung dan kebakaran pada Rabu (6/3). Lima unit rumah rusak

Korban Puting Beliung Dibantu
SERAMBINEWS.COM/RASIDAN
Sebuah atap rumah warga Badak di Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues di terjang angin puting beliung, Senin (22/10/2018). 

* Lima Rumah Rusak dan Satu Terbakar

MEUREUDU - Pemkab Pidie Jaya (Pijay) memberi bantuan kepada korban puting-beliung dan kebakaran pada Rabu (6/3). Lima unit rumah rusak berat disapu angin puting beliung dan satu unit rumah rata dengan tanah dilalap si jago merah.

Bantuan diserahkan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir Jailani Beuramat didampingi Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A), Dra Hj Cut Aminah MPD. Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (Satlak-BPBD), HM Nasir SPd juga ikut menyalurkan bantuan.

Puting beliung terjadi pada Selasa (5/3) petang menyebabkan empat rumah milik warga Gampong Bale Ulim Kecamatan Ulim dan satu rumah warga Gampong Jurong Ara Kecamatan Jangkabuya rusak berat. Dimana atap bangunan termasuk sebuah balai pengajian atau tempat pengajian anak-anak (TPA) diterbangkan angin.

Di Ulim, empat rumah yang rusak milik Tgk Muslich, Chamsiah, Fajri serta rumah Dinas PU Pijay yang selama ini dihuni Muliadi dan di Jurong Ara Jangkabuya, milik Ponidi. Rumah terbakar yang terjadi pada Rabu (6/3) dinihari miliki Rohani Makam (80) di Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu.

Bantuan yang disalurkan pada Rabu (6/3) berupa sandang, pangan serta uang tunai masing-masing Rp 2.000.000 setiap KK dan diterima oleh masing-masing korban dan disaksikan camat dan keuchik.

Jailani meminta kepada para korban, baik yang rumahnya rusak diterjang puting beliung maupun musnah dilalap si jago merah supaya tetap bersabar menghadapi cobaan dari Allah SWT dan selalu tawakal. “Kami dari pihak pemerintah ikut berbelasungkawa dan prihatin atas musibah yang dialami para warga ini,” ujarnya.

Dikatakan, sebagai bentuk kepedulian pemerintah, pihaknya mewakili bupati turun ke lapangan untuk melihat korban, sekaligus membawa bantuan masa panik. Jailani menyatakan bantuan yang diberikan itu tidak seberapa dibanding kerugian yang dialami par akorban, tetapi harus dilihat dari kepedulian sesama.

Pada hari yang sama, Pemkab Pijay juga menyalurkan bantuan kepada Rohani Makam (80) yang rumahnya musnah terbakar pada Selasa (5/3) sekitar pukul 04.30 WIB atau menjelang Shubuh. Kalak-BPBD Pijay mengatakan karena nek Rohani itu tidak ada lagi rumahnya, maka kepadanya dibantu sebuah tempat tidur.

Usman, salah seorang keluarga korban menyebutkan, musibah itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB atau menjelang shalat shubuh. Api pertama kali terlihat oleh seorang warga yang rumahnya tak berjauhan dengan rumah nek Rohani, dimana api sudah membumbung tingi, lalu berteriak histeris.

Dalam sekejab saja, puluhan penduduk berhamburan keluar rumah menuju lokasi untuk menyelamatkan nek Rohani yang tinggal sendirian di rumah. Tidak sampai satu jam, rumah berukuran sekitar 6 x 6 meter berkonstruski papan atau kayu rata dengan tanah.

Usman yang tak lain adalah keponakan nek Rohani menyatakan hanya pakaian di badan, sementara semua barang dalam rumah ludes jadi abu. Nek Rohani itu sendiri juga ikut terkena percikan api, harus dirawat di rumah sakit.

Beberapa warga Blang Awe di lokasi musibah menyatakan sumber api yang menghanguskan rumah janda miskin itu berasal sisa dari bara api. Kuat dugaan kearah tersebut karena rumah yang kini rata dengan tanah tanpa listrik. Untuk sementara, nek Rohani dibawa pulang ke rumah Usman.(ag)

Bantuan yang disalurkan
* Sandang dan pangan
* Uang Rp 2.000.000 per KK
* Diterima oleh korban
* Disaksikan camat dan keuchik

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved