Laporan Camat tak Penuhi Unsur

SEHARI setelah kasus penghadangan massa terhadap Bupati Aceh Barat, Ramli MS, tepatnya Kamis, 21 Februari 2019 giliran Camat

Laporan Camat tak Penuhi Unsur
SERAMBI/RIZWAN
SEJUMLAH warga Desa Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat bersama tiga korban dugaan pemukulan oleh pamtup Bupati serta terlapor oleh camat ke Polres menggelar konferensi pers di Sekber Jurnalis Aceh Barat di Meulaboh, Senin (25/2). 

SEHARI setelah kasus penghadangan massa terhadap Bupati Aceh Barat, Ramli MS, tepatnya Kamis, 21 Februari 2019 giliran Camat Arongan Lambalek, Drs Sabirin membuat laporan ke polisi.

Camat Sabirin melaporkan kasus amuk massa di kantor camat juga mengganggu proses musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Lagi pula, aksi tersebut tidak ada izin.

Kapolres Aceh Barat didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Isral menambahkan, untuk kasus dugaan amuk massa yang dilaporkan oleh Camat Arongan Lambalek dengan terlapor warga Arongan yaitu AR ke Polres Aceh Barat tidak dapat dilanjutkan. “Penyidik sudah menggelar perkara kasus itu dan tidak memenuhi unsur,” katanya.

Menurut Kapolres Aceh Barat, kasus yang dilaporkan Camat Arongan Lambalek tersebut sudah dikeluarkan SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan). Namum sebelumnya sejumlah pihak sudah dimintai keterangan, baik pelapor, terlapor maupun saksi-saksi baik yang dihadirkan pelapor serta terlapor dan saksi-saksi lainnya.(riz)

perkembangan
pengusutan
* Polres Aceh Barat meningkatkan status pengusutan kasus dugaan pemukulan warga oleh Aipda AD yang bertugas sebagai Pamtup Bupati Aceh Barat
* AD yang bertugas sebagai petugas pengamanan tertutup (pamtup) Bupati Aceh Barat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut
* Berkas perkara itu sudah dilimpahkan untuk tahap pertama ke Kejari Meulaboh
* Kasus yang diproses oleh penyidik Polri itu terkait dugaan pidana sebagaimana dilaporkan oleh tiga warga Desa Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek
* Meski sudah berstatus tersangka, Aipda AD tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah lima tahun
* Sedangkan terhadap proses lanjutan di Provost masih menunggu persidangan dugaan pidana di Pengadilan Negeri (PN).

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved