Pemkab Rencana Bangun Tanggul Laut Peukan Bada

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar berencana membangun tanggul laut di sepanjang garis pantai

Pemkab Rencana Bangun  Tanggul Laut Peukan Bada
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Keuchik Pasir didampingi sekdes memperlihat tanggul laut ambruk di desa setempat, Sabtu (7/5/2016). 

JANTHO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar berencana membangun tanggul laut di sepanjang garis pantai yang berbatas langsung dengan empat gampong di Kecamatan Peukan Bada. “Saya minta Dinas PUPR segera membuat perencanaan pembuatan tanggul pantai Peukan Bada agar bisa dibangun,” tegas Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, saat meninjau tanggul Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Jumat (8/3).

Dalan peninjauan tersebut Bupati Mawardi Ali didampingi Sekdakab Aceh Besar Drs Iskandar MSi, Kadis PUPR Ir Yusmadi MM, Kalak BPBD Farhan AP, Kabag Humas Muhajir SSTP MPA dan tokoh masyarakat H Rusli Bintang dan mantan Bupati Aceh Besar Drs H Rusli Muhammad.

Dikatakan, selama ini masyarakat setempat mengeluh apabila air laut pasang bisa mencapai 300 meter ke daratan dan pantai pun sudah tampak rata dengan daratan. “Persoalan ini tidak bisa dibiarkan, rumah warga dan jalan bisa terus terkikis ombak dan air laut pasang,” tandas Mawardi Ali dalam keterangan tertulisnya yang diterima Serambi, kemarin.

Untuk menanganinya, bupati meminta Kadis PUPR segera menurunkan tim untuk membuat perencanaan desain dan anggaran supaya tanggul pantai yang akan membendung air pasang ke empat gampong di Peukan Bada itu meliputi gampobg Lamteungoh, Lambadeuk, Lambaro Neujib dan Lampageu bisa dikerjakan tahun 2019 ini.

Pembangunan tanggul pantai merupakan salah satu program yang sangat mendesak untuk segera direalisasikan. “Kendati ini kewenangan Provinsi, tapi harus segera dibuat perencanaan untuk kita bangun sendiri. Berharap provinsi juga tidak tahu kapan bisa dilaksanakan,” pungkas Mawardi Ali.

Sementara Kadis PUPR Aceh Besar, Ir Yusmadi MM mengungkapkan, pasca-BRR selesai program di Aceh, masyarakat sudah pernah mengusulkan untuk pembuatan tanggul tersebut sehingga saat menjabat Sekretaris Pengairan Aceh, Yusmadi pernah mengusulkan anggaran namun tidak disetujui karena dianggap pembangunan tanggul tersebut adalah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai Sumatera-I sehingga gagal dibangun.

Ia memperkirakan tanggul tersebut harus dibangun sekitar lebih kurang 2 km panjangnya dengan batu gajah dengan perkiraan anggaran bisa mencapai 30 Milyar. Tanggul Laut ini bertujuan untuk melindungi air laut pasang mencapai daratan dan rumah penduduk. Untuk jalur keluar masuk kapal nelayan juga akan dibuatkan jalur khusus yang sesuai tidak seperti sekarang ini.(aji)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved