Pembangunan Jembatan Cot Mancang Mendesak

Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Julinardi meminta pemerintah melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah

Pembangunan Jembatan Cot Mancang Mendesak
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Pengendara sepeda motor (sepmor) ekstra hati-hati melintasi jembatan darurat pada lintasan dari Desa Rubek Meupayong-Cot Mancang, Kecamatan Susoh menuju Desa Baharu (Babah Lhok), Kecamatan Blangpidie, Kabupaten (Abdya)

* Kondisinya Lapuk dan Rawan Kecelakaan

BLANGPIDIE - Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Julinardi meminta pemerintah melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBK) setempat segera membangun jembatan di lintasan yang menghubungkan Desa Rubek Meupayong-Cot Mancang, Kecamatan Susoh dengan Desa Baharu (Babah Lhok), Kecamatan Blangpidie. Pasalnya, jembatan penghubung dua desa ke jalan nasional itu kondisinya sangat memprihatinkan dan lapuk seiring dimakan usia, sehingga rawan kecelakaan.

“Kita sudah minta pada kepala BPBD Abdya supaya dalam waktu dekat jembatan ini harus dibangun secara darurat dulu, karena itu jalur alternatif bagi masyarakat,” ujar Julinardi kepada Serambi, Senin (11/3), seusai meninjau jembatan tersebut bersama Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Abdya, Amiruddin SPd.

Kondisi jembatan yang ringkih, ujarnya, sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas. Bahkan, beber Julinardi, beberapa hari lalu, salah seorang pengendara becak motor sempat terjatuh ke sungai setelah lantai jembatan yang dibangun menggunakan batang pohon kelapa patah dan ambruk ke sungai. “Solusinya harus dibangun darurat dulu sebelum bertambah korban yang lain,” tukasnya.

Pembangunan jembatan darurat itu, ulas dia, dilakukan sambil menunggu pembangunan secara permanendalam beberapa bulan ke depan oleh Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya. Mengingat, proyek pembangunan jembatan tersebut sudah dianggarkan pada APBK 2019. “Jadi, sambil menunggu jembatan itu ditender, BPBK harus membangun darurat dulu sehingga masyarakat bisa dan tidak takut melintas di jembatan tersebut,” cetusnya.

Secara terpisah, Kalak BPBD Abdya, Amiruddin SPd saat dikonfirmasi Serambi berjanji akan membangunan jembatan tersebut secara darurat dalam waktu dekat. “Insya Allah, dalam waktu dekat ini, kita bangun secara darurat dari pohon kelapa, sambil menunggu dibangun secara permanen oleh PU,” janji Amiruddin SPd.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Abdya, Ir Moch Tavip MM, melalui Kabid Bina Marga, Muhibbuddin ST saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya sudah menganggarkan pembangunan jembatan penghubung Desa Cot Mancang dan Desa Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh tersebut pada APBK 2019. “Insya Allah, tahun ini akan kita bangun. Bahkan, uangnya sudah dianggarkan sekitar Rp 230 juta,” ucap Muhibbuddin ST kepada Serambi, Senin (11/3).

Menurutnya, jika tidak ada kendala dan persoalan, maka paling lambat Juli atau Agustus mendatang, jembatan itu sudah mulai dibangun. “Anggarannya kan melebihi Rp 200 juta, maka harus tender. Untuk itu, kami mohon masyarakat bersabar dan berdoa tidak ada kendala, sehingga jembatan itu bisa kita manfaatkan pada akhir tahun ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jembatan Cot Mancang awalnya memang dibangun secara permanen. Namun, hampir dua tahun lebih, lantai jembatan itu ambruk ketika dilintasi dumptruk sarat muatan batu gajah (bongkahan batu besar) untuk material pembangunan tanggul laut kawasan pesisir. Pasca ambruk ke dalam sungai, dibangun jembatan darurat dari bahan batang kelapa hanya untuk bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Setahun lalu, BPBD Abdya sempat merenovasi jembatan darurat tersebut, tapi tetap hanya dapat dilalui kendaraan roda dua seperti sepeda motor. Tak pelak, situasi ini membuat dalam waktu dua tahun terakhir, arus transportasi di kawasan itu terutama yang menggunakan roda empat seperti mobil dan bus sekolah mengalami kendala serius. Sebab, moda transportasi roda empat harus memutar lebih lajuh via Desa Padang Panjang (Sangkalan) jika ingin ke desa itu.

Dampaknya, siswa SMP dan SMA/SMK dari Desa Cot Mancang sering terlambat tiba sekolah yang berlokasi di Kecamatan Susoh dan Blangpidie akibat bus sekolah tidak bisa melewati lintasan Rubek Meupayong-Cot Mancang Babah Lhok. Sebelumnya, bus sekolah masuk melalui jalur Desa Baharu (Babah Lhok) menuju Cot Mancang dan Rubek Meupayong untuk menjemput dan mengantar siswa.

Oleh sebab itu, jika jembatan Cot Mancang rampung dibangun, maka akan menormalkan kembali arus keluar-masuk bus sekolah untuk antar jemput siswa. Kecuali itu, lintasan Rubek yang tembus ke jalan nasional di Babah Lhok juga merupakan jalur alternatif kendaraan roda empat yang bisa digunakan untuk mengangkut kebutuhan dan hasil tangkapan nelayan di Rubek Meupayong, Susoh.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved