Citizen Reporter

Hebatnya Pusat Studi Islam di Qatar

TULISAN reportase warga (citizan reporter) saya tentang Qatar yang dimuat Serambi Indonesia (Sabtu, 16/2) ternyata mendapat

Hebatnya Pusat Studi Islam di Qatar
IST
HUSNI MUBARAK A LATIEF

OLEH HUSNI MUBARAK A LATIEF, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh; Ketua GARBI Lhokseumawe, melaporkan dari Qatar

TULISAN reportase warga (citizan reporter) saya tentang Qatar yang dimuat Serambi Indonesia (Sabtu, 16/2) ternyata mendapat tanggapan dan pertanyaan dari berbagai pihak yang menghubungi saya secara japri via WhatsApp (WA) maupun surat elektronik. Rasa keingintahuan mereka membuncah seputar Kampus Hamad bin Khalifah University (HBKU) Qatar, penyelenggara Konferensi Internasional Malik bin Nabi, awal Februari lalu.

Dalam bilangan beberapa tahun terakhir, HBKU memang gencar mempromosikan pendidikan pascasarjana berbeasiswa di kampusnya, tentu dengan syarat yang berat dan seleksi yang ketat dengan kisaran penerimaan hanya 10-20 mahasiswa per tahun, tanpa ada kuota khusus untuk negara tertentu (persaingan bebas). Bukan rahasia lagi, banyak sarjana yang ingin mengecap pendidikan lanjutan S2 dan S3 di kampus megah tersebut.

Kali ini, saya akan berkisah tentang HBKU yang berada di kawasan Education City, sebuah kota khusus yang berada di barat Kota Doha, Qatar, yang dialokasikan untuk wilayah kampus dan pusat budaya (centre of culture). Dengan luas wilayah 14 kilometer persegi, Education City bukan hanya menampung HBKU, tapi juga markas bagi delapan kampus lainnya dengan pelbagai pengembangan disiplin ilmu masing-masing, seperti ilmu komputer dan IT (teknologi informasi), teknik kimia, perminyakan, kedokteran, juga perpustakaan nasional Qatar plus satu stadion olahraga yang luas.

Kampus HBKU sendiri merupakan salah satu universitas yang menawarkan beasiswa penuh, khususnya di bidang studi Islam. Dulunya kampus ini bernama Qatar Faculty of Islamic Studies yang dibiayai oleh Qatar Foundation, lembaga sosial pendidikan terbesar di Qatar. Kini namanya berganti menjadi Center of Islamic Studies/CIS (Pusat Studi Islam), HBKU.

Kampus ini memberi beasiswa penuh pendidikan S2 untuk tujuh konsentrasi, yaitu: Fikih Kontemporer, Studi Alquran Kontemporer, Perbandingan Agama, Studi Islam Global, Peradaban Islam Kontemporer, Keuangan Islam, serta Pemikiran Islam dan Etika Terapan. Khusus untuk jurusan Fikih Kontemporer dan Studi Alquran memakai medium bahasa Arab, sementara sisanya menggunakan bahasa Inggris. Sedangkan program S3 yang ditawarkan baru satu jurusan, Islamic Finance. Untuk kelas yang berbahasa Inggris, dipersyaratkan mahasiswanya memiliki skor IBT TOEFL 80 atau IELTS 6.5.

Jika diterima sebagai mahasiwa pascasarjana di CIS HBKU, maka berbagai kemudahan diberikan, mulai dari tiket pesawat tahunan PP, uang saku bulanan, dan akomodasi selama studi, juga bus gratis untuk transportasi dalam kompleks Education City. CIS HBKU juga menyediakan studi nonkurikuler, seperti halaqah Quran, reading seminar, serta kelas khusus bahasa Arab untuk peningkatan kemampuan berbahasa mahasiswanya.

Salah satu kekuatan kampus modern sekarang adalah memiliki banyak pusat studi (research center) untuk mengembangkan berbagai kajian dan penelitian kontemporer. Demikian pula halnya dengan CIS HBKU ini. Terdapat beberapa pusat studi di HBKU yang aktif menyelenggarakan sejumlah seminar dan konferensi internasional, seperti Pusat Riset Studi Fikih dan Syariah (dulu diketuai oleh Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi); Pusat Studi Peradaban; serta Pusat Studi Legislasi Hukum dan Etika Islam (CILE).

Khusus untuk yang terakhir (CILE), pusat studi ini semakin harum namanya. Selain CILE punya program tahunan studi peradaban dengan mengunjungi langsung situs peradaban Islam di Spanyol, seperti Granada dan Cordova, CILE saat ini juga diperkuat dengan kehadiran Tareeq Ramadhan, sarjana muslim Mesir yang kini menetap di Swiss.

Karena kampus ini menyediakan pendidikan gratis berbeasiswa, maka juga tak tertutup kemungkinan bagi putra-putri Aceh terbaik untuk melanjutkan pendidikan di kampus hebat ini. Semoga!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved