Kuasa Hukum Siap Ungkap Nama Jenderal Polisi Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

"Tapi ada nama-nama jenderal, tidak hanya satu jenderal, tapi lebih dari satu jenderal yang kita cantumkan, yang kita temukan dalam investigasi,"

Kuasa Hukum Siap Ungkap Nama Jenderal Polisi Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

SERAMBINEWS.COM - KUASA hukum Novel Baswedan bakal mengungkap nama-nama jenderal polisi yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Alghifari Aqsa, anggota tim kuasa hukum Novel Baswedan mengatakan, nama-nama jenderal polisi tersebut muncul dalam laporan investigasi final yang dilakukan oleh masyarakat sipil.

Namun, sebelum mengungkapkannya ke publik, Alghifari Aqsa mengatakan, tim kuasa hukum Novel Baswedan menunggu KPK memproses laporan dugaan obstruction of justice (perintangan penyidikan) terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Baca: 700 Hari Kasus Novel Belum Terungkap, Kerja Tim Gabungan Dipertanyakan, KPK Diminta Ambil Alih

Ia mengatakan, sejumlah pihak dari koalisi masyarakat sipil, tim kuasa hukum, sampai istri Novel Baswedan, Rina Emilda, mendukung langkah tersebut.

Hal itu diungkapkan Alghifari Aqsa saat konferensi pers di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

"Jika KPK bersedia mengungkap kasus Novel Baswedan dengan track obstruction of justice, kita akan buka semua laporan final dari investigasi versi masyarakat sipil, tentunya dengan berbagai macam keterbatasan," kata Alghifari Aqsa.

Baca: Novel Baswedan Pesimis Tim Gabungan Bentukan Jenderal Pol Tito Karnavian Bakal Ungkap Kasusnya

"Tapi ada nama-nama jenderal, tidak hanya satu jenderal, tapi lebih dari satu jenderal yang kita cantumkan, yang kita temukan dalam investigasi," sambungnya.

Ia menilai, KPK bisa mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dengan memproses laporan dugaan perintangan penyidikan tersebut.

"Memang KPK tidak punya tools untuk menekan Presiden atau pun menekan Kepolisian. Tapi KPK punya tools untuk mengungkap kasus Novel Baswedan, lewat obstruction of justice," tutur Alghifari Aqsa.

Baca: 600 Hari Penyerangan Novel Baswedan, KPK Kembali Tagih Komitmen Jokowi Tuntaskan Kasus Novel

Kemarin, puluhan pegawai KPK dan Koalisi Masyarakat Sipil duduk di teras Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, yang lampunya dipadamkan, Selasa (12/3/2019) sekira pukul 19.00 WIB.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved