Pasien RSUD Calang Diduga Malpraktik

Seorang pasien RSUD Calang Calang, Aceh Jaya bernama Mustafa Samsuddin (56), warga Kuta Tuha

Pasien RSUD Calang Diduga Malpraktik
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Petugas medis sedang melakukan penanganan korban gigitan buaya di ruang IGD RSUD Teuku Umar Calang, Aceh Jaya.SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

CALANG – Seorang pasien RSUD Teuku Umar Calang, Aceh Jaya bernama Mustafa Samsuddin (56), warga Kuta Tuha, Kecamatan Panga, Aceh Jaya diduga mengalami malpraktik saat ditangani tim medis di rumah sakit tersebut sehingga kondisi kesehatannya semakin memburuk.

Namun dugaan itu secara tegas dibantah oleh Direktur RSUD Teuku Umar, dr Eka. “Beliau ini (Mustafa Samsuddin) merupakan pasien yang masuk dengan kondisi DM, dengan gula darah di atas 500, tidak pernah kontrol sama sekali dan kondisi sudah sangat lemah, sudah komplikasi,” tandas dr Eka menanggapi laporan dugaan malpraktik yang disampaikan oleh pihak keluarga pasien.

Dugaan malpraktek tersebut mencuat setelah pasien yang masuk rumah sakit pada 27 Februari 2019 mengalami pembengkakan tangan disertai demam tinggi hingga harus dipindahkan dari ruang rawat inap ke ICU.

Munawar, anak kandung Mustafa kepada wartawan menjelaskan, ayahnya dilarikan ke rumah sakit karena kondisi badan semakin kurus seperti gejala lumpuh.

“Beliau juga ada riwayat DM, tapi menurut petugas di IGD, DM beliau tidak terlalu parah dan beliau juga bukan lumpuh,” kata Munawar kepada wartawan yang menemuinya di RSUD Teuku Umar Calang.

Setelah dilakukan pemeriksaan di IGD, Mustafa langsung dianjurkan rawat inap. “Setelah dua malam dirawat, tangan ayah saya sudah mulai bengkak dan demam tinggi tak sadarkan diri sehingga harus dipindahkan ke ICU. Selama di ICU ayah saya tetap tak sadarkan diri selama dua hari,” katanya.

Menurut Munawar, saat dibawa ke rumah sakit ayahnya masih bisa ngomong dan juga tidak ada demam apalagi demam tinggi. Munawar mengungkapkan, hingga kemarin ayahnya sudah 13 hari dirawat di RSUD Teuku Umar.

Ia juga mengatakan jika ada indikasi malpratik atau kelalaian dari petugas medis sehingga menyebabkan tangan ayahnya harus dioperasi. “Tadi siang dokter menyampaikan jika ayah saya harus dioperasi karena tangan ayah saya sudah parah, jadi jangan sampai nanti drop lagi, ya kami kan bingung, kenapa jadi tangan yang harus dioperasi. Di sinilah ada dugaan malpraktik yang dialami ayah saya,” katanya.

Mengenai pembengkakan tangan Mustafa, dokter malah menyalahkan pihak keluarga.

Direktur RSUD Teuku Umar Calang, Aceh Jaya, dr Eka membantah jika terjadi malpraktik terhadap pasien bernama Mustafa Samsuddin. “Tidak ada malpraktik,” kata Eka kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/3).

Ia menjelaskan (pembengkakan) disebabkan efek samping atau infeksi dari pemberian cairan infus. “Beliau ini merupakan pasien yang masuk dengan kondisi DM, dengan gula darah di atas 500, tidak pernah kontrol sama sekali dan kondisi sudah sangat lemah, sudah komplikasi,” jelasnya.

Menurutnya, untuk tindakan pertama dari rumah sakit ialah dengan memberikan cairan infus kepada pasien. “Kalau tidak diberikan cairan itu, kondisi pasien akan bahaya. Pasien bukan dioperasi tangannya tapi hanya pembersihan luka,” demikian dr Eka.(c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved