Luar Negeri

Asap Beracun Landa Pasir Gudang Johor Malaysia, Ratusan Orang Dirawat, Puluhan Sekolah Diliburkan

Sebanyak 506 orang telah dirawat oleh otoritas medis akibat asap beracun yang melanda wilayah Pasir Gudang Johor Baru, Malaysia.

Asap Beracun Landa Pasir Gudang Johor Malaysia, Ratusan Orang Dirawat, Puluhan Sekolah Diliburkan
BERNAMA VIA STRAITSTIMES.COM
Sejumlah pelajar dirawat oleh tenaga medis akibat terdampak asap beracun yang melanda kawasan Johor Baru, Malaysia, Rabu (13/3/2019). 

Asap Beracun Landa Pasir Gudang Johor Malaysia, Ratusan Orang Dirawat, Puluhan Sekolah Diliburkan

PASIR GUDANG, JOHOR - Puluhan sekolah di wilayah Pasir Gudang Johor Baru, Malaysia, diliburkan Rabu (13/3/2019) akibat asap beracun yang melanda kawasan itu.

Sebanyak 506 orang telah dirawat oleh otoritas medis. Namun, otoritas Negara Bagian Johor menyatakan situasi telah dikendalikan.

Dilansir Serambinews.com dari malaymail.com, Pemerintah Negara Bagian Johor telah menyatakan bahwa situasi asap beracun di sepanjang Sungai Kim Kim terkendali, meskipun lebih banyak sekolah ditutup oleh Departemen Pendidikan.

Baca: 9 Hal yang Kerap Kita Sentuh Ini Ternyata Bisa Saja Beracun, Struk Belanja Salah Satunya

Menteri Besar Johor, Datuk Osman Sapian mengatakan kepada wartawan bahwa tidak perlu mengevakuasi atau memindahkan warga yang tinggal di sepanjang sungai.

Hal ini menunjukkan bahwa berbagai departemen dan lembaga pemerintahan telah mengatasi situasi.

“Kami berharap kondisi buruk ini sudah berakhir. Faktanya, belum ada kematian dalam kaitannya dengan insiden itu, situasinya bukan situasi yang menjamin keadaan darurat,” kata Osman pada konferensi media setelah memimpin rapat komite manajemen bencana negara di Menara Aqabah, Johor Baru.

Baca: Racun yang akan Diserap Mata Anda Jika Sering Menatap Smartphone dalam Kegelapan

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Datuk Seri Dzulkefly Ahmad, Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim, Yeo Bee Yin, serta kepala departemen senior dan kepala badan.

Osman mengatakan bahwa asap mempengaruhi aktivitas sekolah, bukan daerah perumahan di Pasir Gudang.

Menurut dia, hal ini disebabkan oleh sifat terbuka sekolah yang memungkinkan asap berbahaya memasuki gedung melalui angin, atau juga cuaca di mana panas dapat memicu asap.

Halaman
123
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved