Kisah Sakinah, Bocah Imigran Afganistan di Manado, Hidup Menumpang hingga Jajan dari Pemberian Orang

Sakinah adalah adik dari Sajjad, imigran asal Afganistan yang meninggal dunia pada Rabu (13/2/2019), akibat aksi bakar diri

Kisah Sakinah, Bocah Imigran Afganistan di Manado, Hidup Menumpang hingga Jajan dari Pemberian Orang
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Sakinah, bocah imigran asal Afganistan yang bersekolah di SDN 54 Perkamil. 

Kisah Sakinah, Bocah Imigran Afganistan di Manado, Hidup Menumpang hingga Jajan dari Pemberian Orang

SERAMBINEWS.COM, MANADO - Wajahnya khas Arab, bermata lebar, hidung mancung.

Rambutnya pirang, kulitnya tak terlalu putih namun masih lebih putih ketimbang umumnya rekannya di SDN 54 Perkamil, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Dialah Sakinah, imigran asal Afganistan yang bersekolah di sekolah di sana.

Sakinah adalah adik dari Sajjad, imigran asal Afganistan yang meninggal dunia pada Rabu (13/2/2019), akibat aksi bakar diri yang dilakukannya pada Selasa (06/02/2019).

Saat dirawat di rumah sakit, Sajjad menyebut aksi bakar diri ini sebagai wujud protes kepada PBB terkait status mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Baca: Pangeran Arab Saudi di Pengasingan Bentuk Oposisi, Serukan Pergantian Rezim Kerajaan

Meski fisiknya 100 persen mirip Arab, tapi jiwa Sakinah 100 persen Manado.

Ditemui Tribunmanado.co.id, Jumat (14/03/2019) pagi di SDN 54 Perkamil, Sakinah berbicara dengan bahasa melayu Manado yang lancar.

"Dari mana om," kata dia polos.

Sakinah mengaku sudah tidak tahu bahasa Afganistan.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved