Kementerian ESDM Bangun 5.000 Jargas di Aceh Utara

Untuk menghidupkan kegiatan usaha kecil dan menengah serta usaha rumah tangga miskin di Aceh Utara

Kementerian ESDM Bangun 5.000 Jargas di Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Sat Reskrim Polres Pidie mengamankan tabung gas di Mapolres Pidie 

BANDA ACEH - Untuk menghidupkan kegiatan usaha kecil dan menengah serta usaha rumah tangga miskin di Aceh Utara, Kementerian ESDM pada tahun 2019, akan membangun 5.000 unit jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kecamatan Lhoksukon. Di sisi lain, Kementerian ESDM juga akan meresmikan operasional 2.000 jargas rumah tangga di Lhokseumawe.

“Pada Jumat (15/3) ini, pihak Kementerian ESDM bersama Pemko Lhokseumawe akan meresmikan operasional 2.000 unit jaringan gas rumah tangga di Kecamatan Muara Batu, Lhokseumawe,” kata Kepala Dinas ESDM Aceh, Ir Mahdinur kepada Serambi usai Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Tertentu dan Pembangunan Jaringan Gas di Aceh Tahun 2019 di Hotel Kiryad Banda Aceh, Kamis (14/3).

Mahdinur menjelaskan, Rakor BBM dan LPG itu dihadiri lima narasumber, yakni Direktur Perencanaan Infrastruktur Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Alimuddin Baso, Kasubdit Tarif dan Harga Direktorat Gas Bumi Badan Pengatur Hilir Migas, Anwar Rofiq, Marketing Branch Manager Pertamina Banda Aceh, Awam Rahadjo, Sales Exsekutif LPG I Pertamina Banda Aceh, Unggul Adibowo, dan Sales Exsecutive Retail VI Pertamina Banda Aceh, Dimas Mulyo Widyo. “Sedangkan pesertanya, selain dari Dinas ESDM Aceh, juga para kepala bagian Ekonomi kabupaten/kota,” urainya.

Program jarigan gas rumah tangga tersebut memang tak lepas dari problema kelangkaan elpiji subsidi di sejumlah daerah, terutama menjelang perayaan hari-hari besar, seperti bulan puasa dan hari raya. Menurut Direktur Perencanaan Infrastruktur Dirjen Migas dan Minyak Bumi Kementerian ESDM, Alimuddin Baso, di Aceh program jaringan gas rumah tangga sudah dimulai sejak tahun 2014 dengan membangun sebanyak 1.937 unit di Kota Lhokseumawe dan tahun 2018 sebanyak 2.000 unit jaringan.

Pada awal program, ungkapnya, banyak masyarakat miskin dan usaha kecil di Aceh menolak dipasang jarigan gas dengan alasan takut meledak dan harga langganan bulanan mahal. Tapi, setelah melakukan studi banding ke Belawan, Medan, dan sekitarnya, baru mereka minta kembali untuk dipasangkan jaringan gas rumah tangga ke rumahnya. “Menggunakan jaringan gas rumah tangga bisa hemat setengah dari harga beli elpiji 12 kg,” ucapnya.

Setelah mengetahui keuntungan memakai jarigan gas rumah tangga, menurut Alimuddin Baso, kini daerah yang dilintasi pipa gas jaringan industri dan rumah tangga dari Lhokseumawe ke Belawan, Sumut seperti Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, dan Bireuen, juga sudah mengajukan permohonan program tersebut. “Semua usulan tersebut akan diproses, tapi yang akan dilakukan lebih dulu pada tahun ini adalah untuk Lhoksukon, Aceh Utara sebanyak 5.000 unit jaringan,” sebutnya.

30 SPBU disanksi
Sementara itu, terkait kelangkaan BBM subsidi dan elpiji 3 kg subsidi, Branch Manajer Pertamina Banda Aceh, Awam Rahardjo mengungkapkan, hal ini disebabkan adanya pelanggaran penjualan BBM di SPBU dan pangkalan elpiji yang tidak tepat sasaran. Untuk kasus kelanggaan BBM subsidi, bebernya, Pertamina sudah menindak 30 SPBU di seluruh Aceh. “Tindakan yang kita ambil adalah memberikan skorsing bagi SPBU yang melanggar tata cara penjualan BBM subsidi. Sedangkan bagi pangkalan LPG 3 kg yang melanggar, ditutup,” tukasnya.

Awam menerangkan, BBM subsidi seperti solar kuotanya tidak habis jika dilakukan penyaluran dengan benar dan tepat sasaran. “Ia mencontohkan kejadian di dua SPBN di PPS Lampulo yang mendapat kuota solar satu bulan sebanyak 320 KL (kilo liter). “Sebelum petugas Pertamina berjaga di SPBN tersebut, solar sering habis dan putus. Tapi sejak Oktober 2018 sampai Maret 2019 ini, kita tempatkan petugas untuk mengatur penjualan solar kepada boat nelayan kapasitas 1-30 GT, kini tidak lagi pernah kami dengar solar langka di SPBN tersebut, bahkan terjadi sisa setiap bulan antara 56-60 KL,” paparnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved