Murid SD dan SMP Cendekia Belajar Budidaya Hidroponik

Sebanyak 40 murid SD dan SMP Islam Terpadu (IT) Hafiz Cendekia, Luengbata, Banda Aceh, didampingi

Murid SD dan SMP Cendekia Belajar Budidaya Hidroponik
IST
KEPALA Dinas Pangan Aceh, Ilyas (kiri) bersama Koordinator dan Petugas Teknis Nakasipan Dinas Pangan Aceh, Purwana Satriyo dan Benni Baihaqi, memperlihatkan tanaman sayuran hidroponik kepada murid SD dan SMP IT Hafiz Cendekia, Luengbata, di Nakasipan Dinas Pangan Aceh, Banda Aceh, Kamis (14/3). 

BANDA ACEH - Sebanyak 40 murid SD dan SMP Islam Terpadu (IT) Hafiz Cendekia, Luengbata, Banda Aceh, didampingi sejumlah guru, belajar budidaya hidroponik atau tanaman sayuran tanpa menggunakan tanah di Dinas Pangan Aceh, Banda Aceh, Kamis (14/3). Ini merupakan salah satu program outing class atau belajar di luar kelas yang diadakan sekolah itu.

Kedatangan mereka yang dipimpin Kepala SMP itu, Zulkarnen, diterima Kepala Dinas Pangan Aceh, Dr Ilyas, Koordinator Naungan Perkarangan Edukasi Pangan (Nakasipan) Dinas Pangan Aceh, Dr Purwana Satriyo STP MT, Petugas Teknis Nakasipan, Benni Baihaqi SP, dan para pejabat Dinas Pangan Aceh, salah satunya Kasie Promosi Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Ir Irwan MM.

Dr Ilyas dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada murid SD dan SMP Cendekia, serta guru yang sudah mau belajar budidaya hidroponik ke Nakasipan. Hal ini juga sebagaimana sebelumnya oleh murid berbagai sekolah lain, mulai TK hingga mahasiswa, bahkan ibu-ibu sejak Nakasipan ini dikembangkan di Dinas Pangan Aceh yang sudah dua tahun lebih. “Kami berharap adik-adik dan para guru dapat mengembangkan penanaman sayuran ini di sekolah maupun di rumah masing-masing,” harap Ilyas.

Bahkan agar anak-anak serius mengikuti teori tentang budidaya hidroponik yang disampaikan Koordinator Nakasipan, Dr Purwana, maka Ilyas membuat kuis berhadiah uang Rp 50 ribu kepada seorang anak yang mampu menjawab satu soal terhadap materi yang baru diberikan. Janjinya itu pun dikabulkan di akhir materi saat seorang murid mampu menjawab pertanyaannya tentang kepanjangan Nakasipan.

Adapun Purwana dalam materinya antara lain menyampaikan teknis budidaya hidroponik berupa tanaman sayuran seperti pakcoy dan kangkung yang juga ditanami di Nakasipan itu. Menurut Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah ini, kelebihan hidroponik, selain tak membutuhkan tanah, juga tanpa menggunakan pestisida, selalu bersih dan terjamin tak berulat karena tanaman ini bukan hidup di atas tanah, melainkan di atas rockwool yang diletak dalam netpot dan dialiri air nutrisi, namun harus terkena matahari.

“Jika tak mau memakai air nutrisi, boleh juga, tetapi menggunakan aquaponik, yaitu memelihara lele di kolam. Kemudian air kolam yang sudah bercampur kotoran lele tersebut dialiri ke dalam netpot sebagai pengganti nutrisi. Dengan demikian lele itu pun ketika dipanen bisa dinikmati bersama sayuran tersebut,” kata Purwana yang juga memperlihatkan praktik yang sudah mereka lakukan itu di Nakasipan.(sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved