Napi Kasus Minyak Ilegal Sampaikan Keluhan kepada Anggota Komisi lll DPR RI

Puluhan napi kasus minyak ilegal yang menjalani hukuman di cabang rumah tahanan negara Idi, Aceh Timur, melampiaskan keluhan kepada Anggota DPRRI.

Napi Kasus Minyak Ilegal Sampaikan Keluhan kepada Anggota Komisi lll DPR RI
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Puluhan napi kasus minyak illegal yang sedang menjalani hukuman di cabang rumah tahanan negara Idi, Aceh Timur, melampiaskan sejumlah keluhan kepada Anggota Komisi III DPR RI, H Muhammad Nasir Djamil, di cabang rutan setempat, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Puluhan napi kasus minyak ilegal yang sedang menjalani hukuman di cabang rumah tahanan negara Idi, Aceh Timur, melampiaskan sejumlah keluhan kepada Anggota Komisi III DPR RI, H Muhammad Nasir Djamil, di cabang rutan setempat, Kamis (14/3/2019).

Menurut Ibrahim salah satu napi, bahwa proses hukum terhadap para pelaku minyak ilegal yang telah divonis ini tidak adil.

“Kenapa hanya kami yang diproses. Kenapa orang lain tidak, selain itu hukuman yang kami peroleh bervariasi ada yang 1 tahun, 2, tahun, dan ada yang 8 bulan. Apakah tidak ada keadilan bagi kami,” ungkap Ibrahim.

Ibrahim mengatakan sekitar 43 orang napi kasus minyak illegal yang telah divonis pengadilan negeri Idi. Rata-rata mereka sebagai sopir, kernek, agen, dan pengebor minyak.

“Kami merasakan proses hukum tidak adil. Karena orang lain masih bekerja baik sebagai sopir maupun pengeboran minyak,” ungkap Ibrahim.

Napi lainnya, Handayani Fadillah, mengharapkan agar hukuman yang mereka jalani dapat diringankan. 

Baca: Setelah Kebakaran Sumur Minyak, Kemensos Salurkan Bantuan Bencana Sosial ke Pasir Putih

Baca: Mobil Angkut Minyak Ilegal Ditangkap Polisi

Baca: Pertamina Diminta Tertibkan Penambang Minyak Ilegal

"Selain itu, terkait sumur minyak kalau bisa dikelola maka berikan izin. Jika tidak tutup semua sehingga tidak ada yang kelola. Itu harapan kami,” pinta Handayani.

 Nasir Djamil mengatakan apa yang dialami para napi yang sedang menjalani hukuman penjara ini tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan.

“Karena itu, perlu dievaluasi.  Mereka adalah korban daripada sandiwara penegakan hukum yang dilakukan oknum-oknum penegak hukum,” ungkap Nasir Djamil.

Halaman
12
Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved