OJK-Bank Aceh Syariah Sosialisasi Simpanan Pelajar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI bersama Bank Aceh Syariah, Kamis (14/3), mengunjungi SMPN 19 Percontohan

OJK-Bank Aceh Syariah Sosialisasi Simpanan Pelajar
IST
SEJUMLAH pejabat dari OJK, Bank Aceh Syariah, Dinas Pendidikan Banda Aceh, dan SMPN 19 Percontohan, menunjukkan buku tabungan Simpanan Pelajar (SimPel), seusai menandatangi kerja sama di sekolah tersebut, Kamis (14/3). 

BANDA ACEH - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI bersama Bank Aceh Syariah, Kamis (14/3), mengunjungi SMPN 19 Percontohan, Lamlagang, Banda Aceh. Kunjungan bertajuk ‘SimPel Goes to School’ itu bertujuan untuk menyosialisasikan program Simpanan Pelajar (SimPel) iB, yang mengajak para siswa untuk menabung di bank syariah kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

Kegiatan itu dihadiri Deputi Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edwin Nurhadi, Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional (KPO), Fadhil Ilyas didampingi Kepala Bagian Funding, Azzumar, Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh, Dr Saminan MPd, Kepala SMPN 19 Percontohan, Nurdin, dan sejumlah pejabat dari instansi terkait.

Saat membuka kegiatan, Kadis Pendidikan Banda Aceh, Dr Saminan, mengapresiasi ‘Simpel Goes to School’ yang menurutnya sangat positif bagi pelajar saat ini. “Menabung merupakan pelajaran penting, yang mulai ditinggalkan para siswa. Padahal orang tua kita dulu selalu mengajarkan, rajin pangkal pandai hemat pangkal kaya,” katanya.

Menurut Saminan, peribahasa ‘hemat pangkal kaya’ yang mulai terkikis itu dapat kembali dilestarikan dengan budaya menabung di bank. Dengan menabung, lanjutnya, pelajar bisa belajar berhemat demi masa depan kelak.

Hal senada juga disampaikan Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional (KPO), Fadhil Ilyas. Menurutnya, ‘SimPel’ merupakan tabungan bagi siswa yang diterbitkan secara nasional untuk mendorong budaya menabung sejak dini, dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. “Alhamdulillah, selama ini Bank Aceh Syariah terus berusaha aktif dalam mengedukasi, sosialisasi, dan promosi, produk SimPel ke berbagai jenjang institusi pendidikan,” ujarnya.

Pihaknya berharap program ‘Simpel Goes to School’ dapat memberikan edukasi dan memudahkan pelajar untuk menggunakan layanan perbankan, serta membentuk karakter pelajar yang hemat dan cermat dalam menggunakan uang.

Sementara Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Edwin Nurhadi tampak berbaur dengan siswa dalam menyosialisasi program SimPel yang digagas lembaga tersebut. Edwin menyuguhkan beragam game interaktif seperti main tebak-tebakan kepada para siswa. Bagi yang berhasil menjawabnya, Deputi Direktur OJK itu memberikan sejumlah uang untuk modal siswa menabung di SimPel.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatangan PKS dan penyerahan buku rekening SimPel secara simbolis kepada siswa, yang dilanjutkan dengan pemberian plakat ke masing-masing instansi. Tak hanya itu, para siswa SMP Percontohan juga diedukasi materi tentang pentingnya menabung, pengenalan produk simpanan pelajar, dan game menarik lainnya.

Di tempat terpisah, OJK Aceh mengadakan sosialisasi ‘Mendukung pertumbuhan melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta layanan pengaduan konsumen’. Acara berlangsung di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Kamis (14/3).

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu OJK memperkuat pelayanan pengaduan dalam rangka peningkatan perlindungan konsumen, mendorong jasa keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, dan mencapai target 35 persen literasi dan 75 persen inklusi,” terang Direktur Direktorat Penelitian Kebijakan dan Pengaduan EPK OJK, Rela Ginting kepada Serambi.

Ia menyebutkan, jumlah tersebut masih di atas angka nasional yaitu 29,7 persen (literasi) dan 67,8 persen (inklusi). Namun angka tersebut belum menyentuh target, di mana posisi Aceh yaitu 32 persen (literasi) dan 73,1 persen inklusi. Hal ini, kata Rela Ginting karena kebanyakan warga sudah terakses jasa perbankan. namun belum ‘melek’ produk-produk perbankan.

“Jadi kami mendorong jasa keuangan untuk mengedukasi masyarakat dengan bersinergi memberi pengetahuan terkait produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah, jadi tidak mengejar target saja. Karena pada akhirnya, jika masyarakat teredukasi mereka akan lebih berani memakai produk-produk yang ditawarkan perbankan,” imbuh Rela Ginting.(fit/rul)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved