Bayi Lahir Jadi Jaminan

Seorang ibu rumah tangga asal Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Ai Kartika (28), terpaksa menjadikan bayi

Bayi Lahir Jadi Jaminan
SERAMBI NEWS.COM/ SENI HENDRI
Anggota DPD RI H Sudirman alias Haji Uma, mendengar cerita Saudah terkait suaminya M Ali Ubit yang koma tiga hari di rumah sakit Seri Manjung, Perak, Malaysia, akibat keracunan makanan di tempatnya bekerja di Malaysia, Kamis (21/2/2019). 

* Tak Mampu Lunasi Biaya Persalinan

LHOKSUKON - Seorang ibu rumah tangga asal Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Ai Kartika (28), terpaksa menjadikan bayi yang baru dilahirkannya  sebagai jaminan saat meminjamkan uang untuk melunasi biaya persalinan di rumah sakit Malaysia, Jumat (1/3) dua pekan lalu. Biaya persalinannya sekira 5.800 RM atau setara Rp 20 juta rupiah yang dipinjamnya pada seorang tetangga, warga India.

“Kalau saya tak mampu membayar utang persalinan itu dalam beberapa hari ini, maka anak saya akan diambil. Begitu perjanjiannya,” kata Ai Kartika kepada Serambi, Jumat (15/3) malam, dari tempat tinggalnya kawasan Selangor, Malaysia. Ai–begitu dia biasa disapa–mengaku pasti sang suami tak mampu membayarkan utang tersebut saat ini. Pasalnya, sang suami yang bernama Hendra Ben Usman (35) itu ditangkap oleh polisi Malaysia, beberapa hari setelah dia melahirkan.

Kata Ai, tetangga meminjami dirinya uang lantaran sang suami selama ini bekerja di bagian perbengkelan. Penghasilan harian cukuplah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Sekarang pasti tak mungkin lagi saya lunasi, lantaran suami saya sudah ditangkap,” kata Ai kepada Serambi, dengan suara lirih.

Sayangnya lagi, kini perut Ai kembali robek. Jalannya masih tertatih-tatih. Persalinan yang dilakukan dengan cara sesar ternyata tak langsung membuat dirinya bisa bernapas lega. “Tapi, saya tak punya uang ke rumah sakit,” kata Ai. Namun, kemarin, berbekal uang 80 RM atau sekitar Rp 300.000, dia memberanikan diri memeriksa ke sebuah klinik di Selangor. “Dokter di klinik minta saya kembali ke rumah sakit, tapi saya tak berani,” tandas perempuan ini lagi.

Kini Ai tinggal bersama dengan dua buah hatinya di sebuah kamar kontrakan. Seorang lagi anaknya tinggal bersama sang nenek di Desa Uteun Geulinggang. Dia berangkat ke negeri jiran itu pada tahun 2015.

Cerita miris ini awalnya diperoleh Serambi dari anggota DPD RI H Sudirman alias Haji Uma. Karena setelah kejadian tersebut, pihak keluarga mengadukan kasus tersebut kepada senator Aceh itu untuk mendapatkan solusi. Haji Uma mengaku sudah meminta tim relawan yang berada di Aceh untuk menemui pihak keluarga Hendra di Uteun Geulinggang. Namun, pihak keluarga juga mengalami persoalan ekonomi yang sama. Selain itu, tim relawan yang di Malaysia sudah menyebarkan informasi tersebut melalui media sosial dengan harapan ada dermawan yang meringankan beban ibu tersebut. Namun, sampai sekarang belum ada yang merespons untuk membantu. “Karena itu kita terus berusaha mencari solusi, supaya bayi tersebut tidak diambil oleh warga India tersebut,” katanya.

Minta Tunda Pelunasan
Haji Uma menyebutkan, tim relawannya di Malaysia juga akan menemui warga India yang meminjamkan uang pada Ai Kartika. Dia berharap si peminjam bisa mengulur waktu pelunasan, sehingga cukup waktu untuk menggalang bantuan dari berbagai pihak. Selain itu, Haji Uma juga berharap si peminjam bersedia menerima bayaran dengan cara mencicil. “Karena tempo pembayaran utang tersebut hanya tersisa dua hari lagi,” ujar Haji Uma.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved