BKKBN Aceh dan Serambi Jalin Kerja Sama

Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh dan Harian Serambi Indonesia menjalin kerja sama dalam bidang publikasi

BKKBN Aceh dan Serambi Jalin Kerja Sama
FOTO FIRDAUS D
KEPALA Perwakilan BBKBN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd (kiri), dan Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, menandatangani naskah kerja sama bidang publikasi di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Kamis (14/3) pagi. FOTO FIRDAUS D 

BANDA ACEH - Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh dan Harian Serambi Indonesia menjalin kerja sama dalam bidang publikasi. Hal itu ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama (MoU) oleh Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, dan Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia, Mohd Din, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Kamis (14/3) pagi.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakorda) Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang digelar BKKBN Aceh pada 13-15 Maret 2019. Kegiatan itu turut disaksikan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Rahmad Fitri HD, Deputi KS-PK BKKBN, M Yani, peserta Rakorda dari OPD KB 23 kabupaten/kota se-Aceh, serta para mitra kerja BKKBN.

Selain dengan Serambi, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara BKKBN Aceh dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Hukum Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam bidang Pengembamgan SDM Program KKBPK, serta dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh dalam bidang publikasi. Pada Rakorda yang menghasilkan 15 rumusan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU hibah alkon kepada 23 OPD KB di Aceh serta perjanjian kinerja eselon 2 dan 3 di provinsi.

Rahmat Fitri saat membacakan sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh mengatakan, visi pembangunan Aceh adalah mewujudkan Aceh damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil, dan melayani. Untuk mewujudkan visi tersebut, menurutnya, pengendalian penduduk menjadi salah satu bagian penting. Dikatakan, visi Pemerintah Aceh sejalan dengan BKKBN yaitu mewujudkan penduduk yang tumbuh seimbang guna terciptanya keluarga berkualitas.

Karena itu, sambung Rahmat, penanganan program KKBPK yang terintegrasi dengan baik adalah jawaban untuk masalah tersebut. Program KKBPK juga bermanfaat untuk menurunkan angka kematian ibu serta mendorong keluarga agar lebih sejahtera. “Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa program KKBPK tidak bertujuan membatasi kelahiran, tapi mengatur dan merencanakan kelahiran secara bijaksana. Sehingga lahir anak-anak yang sehat dan cerdas. Untuk itu, saya berharap semua SKPK dapat mendukung program KKBPK,” demikian Rahmat Fitri.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri, dalam laporannya mengatakan, Rakorda Program KKBPK itu dilaksanakan dalam rangka pertemuan integrasi Kampung Keluarga Berencana bersama mitra kerja. “Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota mendukung penuh program KKBPK terlaksana secara baik di daerah masing-masing serta terintegrasi dengan program pembangunan lintas sektor lainnya di Kampung KB,” ungkap Sahidal.

Deputi KS-PK BKKBN, M Yani menegaskan, jika program KKBPK menjadi program priotas Pemerintah Aceh dan Pemerintah Daerah, maka usia bonus demografi akan lebih panjang dan akan memberi dampak bagi pembangunan kesejahteraan. Dikatakan, BKKBN sedang mempersiapkan rancang bangun Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) yang akan menjadi based line data dan parameter pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga Indonesia masa depan.(rel/jal)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved