Studi Sebut Orang-orang yang Bekerja di Akhir Pekan Mungkin Berisiko Tinggi Alami Depresi

Mengutip dari World of Buzz sebuah laporan yang dibuat oleh Free Malaysia Today mengatakan pekerja akhir pekan mungkin akan membuat Anda depresi.

Studi Sebut Orang-orang yang Bekerja di Akhir Pekan Mungkin Berisiko Tinggi Alami Depresi
Shutterstock
ILUSTRASI 

SERAMBINEWS.COM - Apakah Anda memiliki pekerjaan paruh waktu, bisnis sampingan atau pekerjaan yang mengharuskan Anda bekerja di akhir pekan?

Jika demikian, mungkin Anda akan terkejut mendengar kabar ini.

Mengutip dari World of Buzz sebuah laporan yang dibuat oleh Free Malaysia Today mengatakan pekerja akhir pekan mungkin akan membuat Anda depresi.

Hal itu diperkuat dengan studi penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemiologi & Kesehatan Masyarakat, yang dilakukan di University College London.

Baca: Perubahan Konfigurasi Server Jadi Penyebab Facebook dan Instagram Lumpuh Berjam-jam

Dengan menggunakan sampling data 11.215 pria dan 12.199 wanita, mereka menemukan beberapa temuan menarik.

Mereka menentukan standar kerja hari minggu dalam 35 hingga 40 jam seminggu, kemudian mereka menghasilkan kategori.

Kurang dari jam kerja standar:

- Jam kerja standar: 35-40 jam seminggu

- Jam kerja panjang: 41-55 jam seminggu

- Jam kerja ekstra panjang: 55+ jam seminggu

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved