Jembatan Ulee Raket Masih Difungsikan

Jembatan rangka baja Ulee Raket di Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang konstruksinya

Jembatan Ulee Raket Masih Difungsikan
SERAMBI/RIZWAN
Warga dari 13 desa di Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen, Aceh Barat gotong royong menyemen jembatan Ulee Raket, Kaway XVI yang roboh dan miring untuk dapat dilintasi 

* Meski Miring dan Rawan Roboh Total

MEULABOH - Jembatan rangka baja Ulee Raket di Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang konstruksinya sudah miring usai dihantam banjir pada tahun 2018 lalu, ternyata hingga kini masih tetap digunakan warga setempat untuk melintas. Walau rawan roboh total, namun setiap hari pengendara roda dua dan warga nekat melewati jembatan itu untuk menuju pusat kecamatan dan kabupaten.

Hal itu diungkapkan Koordinator Warga 13 Desa di Kecamatan Kaway XVI dan pante Ceureumen, Kamaruzzaman kepada Serambi, Sabtu kemarin. Ia membenarkan, setiap hari banyak warga yang melintasi jembatan Ulee Raket meski mereka sadar sewaktu-waktu bahaya besar bisa saja datang yakni jembatan itu roboh total. “Jembatan Ulee Raket masih tetap digunakan oleh warga meski kondisi miring dan rawan roboh total,” kata Kamaruzzaman.

Menurut dia, warga yang melintasi jembatan tersebut berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Kaway XVI dan Kecamatan Pante Ceureumen, terutama mereka yang mengendara kenderaan roda dua dan pejalan kaki. Alasannya, jaraknya lebih dekat jika lewat jembatan, dibandingkan memilih jalan lain yang memutar dan cukup jauh. “Rata-rata yang memilih jalan memutar dan jauh itu adalah pengendara roda empat karena memang tidak bisa melintasi jembatan Ulee Raket,” tukasnya.

Seperti pernah diberitakan, DPRK dan Pemkab Aceh Barat sudah mengesahkan anggaran sebesar Rp 20 miliar dalam APBK 2019 untuk membangun jembatan baru pascarobohnya jembatan rangka baja Ulee Raket pada November 2018 silam. Namun, polemik mencuat saat pemkab mewacanakan lokasi jembatan baru itu dipindah ke Keuramat, bukan lagi di tempat semula kawasan Sawang Teube.

Wacana pemindahan tersebut memicu pro-kontra di kalangan warga, karena ada sebagian warga setuju usul pemkab tersebut dengan alasan supaya pembangunannya lebih cepat. Tapi, sebagian besar warga lainnya menolak keras wacana pemindahan tersebut. Masing-masing pihak pun sempat melancarkan aksi demo ke kantor Bupati Aceh Barat.

Untuk meredam tidak terjadi konflik antarwarga di dua kecamatan itu, Polres Aceh Barat dan Kodim 0105 memanggil semua keuchik dari Kaway XVI dan Pante Ceureumen untuk duduk bersama membicarakan persoalan tersebut. Pada pertemuan itu, disepakati dua poin yakni akan diturunkan tim independen untuk melakukan survei terhadap lokasi yang layak apakah pada titik lama atau lokasi baru. Poin lain, warga diminta saling menahan diri dan tidak berbuat anarkis karena persoalan ini sudah dibahas oleh Forkopimda.

Di tengah pro-kontra lokasi pembangunan jembatan baru itu, warga 13 desa justru merehab kembali jembatan Ulee Raket yang miring secara gotong royong dengan mengerahkan alat berat sehingga dapat dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Bahkan, meski cukup membahayakan, warga tetap nekat memfungsikan jembatan tersebut hingga sekarang.

Pada bagian lain, Koordinator Warga 13 Desa di Kecamatan Kaway XVI dan pante Ceureumen, Kamaruzzaman menegaskan, warga dari 13 desa dari dua kecamatan yang selama ini menggunakan jembatan Ulee Raket mempertanyakan dan minta kejelasan hasil tim survei yang beberapa waktu lalu sudah turun ke lokasi. Warga, sebutnya, tim survei segera mempublikasikan hasil penelitian mereka tentang studi kelayakan lokasi pembangunan jembatan baru pengganti jembatan Ulee Raket yang miring.

“Kami meminta mereka segera menyampaikan ke warga terhadap hasil survei itu,” tukasnya. Menurut Kamaruzzaman, warga tetap meminta jembatan baru dibangun di lokasi semula sehingga transportasi kembali lancar seperti dulu. Apalagi, ucapnya, pembangunan jembatan di lokasi itu punya historis bagi warga setempat karena membebaskan mereka dari era rakit saat dibangun sekitar tahun 2001 silam.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved