Terorisme di Selandia Baru

Kunjungan Wapres Turki ke Selandia Baru untuk Tegaskan Sikap terhadap Islamophobia dan Xenophobia

Kunjungan Delegasi Tingkat Tinggi Turki ke Selandia Baru untuk menggarisbawahi sikap tegas Turki terhadap Islamophobia dan xenophobia.

Kunjungan Wapres Turki ke Selandia Baru untuk Tegaskan Sikap terhadap Islamophobia dan Xenophobia
ANADOLU AGENCY/MUHAMMET FATIH OGRAS
Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay (tengah) dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu (3 dari kiri) melintas setelah meletakkan karangan bunga di Bridge of Remembrance Memorial di Christchurch, Selandia Baru, (18/3/2019). Oktay dan Cavusoglu melakukan kunjungan ke Christchurch untuk menekankan tekad bersama Turki melawan Islamophobia dan xenophobia, serta dan untuk menunjukkan solidaritas negara itu kepada Selandia Baru yang baru menghadapi serangan teror. Setidaknya 50 orang meninggal dunia dan 50 lainnya terluka dalam serangan teror kembar yang menargetkan masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 

Kunjungan Wapres Turki ke Selandia Baru untuk Tegaskan Sikap terhadap Islamophobia dan Xenophobia

SERAMBINEWS.COM - Wakil Presiden Turki Fuat Oktay, Senin (18/3/2019), mengunjungi Masjid Al Noor dan para keluarga korban meninggal serta luka-luka dalam serangan teror mematikan di kota Christchurch, Selandia Baru.

Pada hari kedua kunjungannya ke Selandia Baru, Fuat Oktay yang didampingi Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga melakukan pertemuan dengan Wali Kota Christchurch dan Gubernur Jenderal Selandia Baru, Patsy Reddy.

Kantor Berita Turki, Anadolu Agency memberitakan, Oktay dan Cavusoglu sedang dalam kunjungan dua hari ke kota Christchurch dalam upaya untuk menggarisbawahi sikap tegas Turki terhadap Islamophobia dan xenophobia, serta menunjukkan solidaritasnya kepada Selandia Baru yang baru saja mengalami serangan teror mematikan.

Paling tidak 50 orang terbunuh ketika seorang teroris menembaki para jemaah saat salat Jumat di masjid-masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch.

Para mahasiswa dan staf University of Canterbury di Christchurch, Selandia Baru, Senin (18/3/2019) berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para korban serangan teror kembar yang menargetkan Masjid Al Noor dan Linwood. Setidaknya 50 orang meninggal dunia dan 50 lainnya terluka dalam serangan teror kembar di kedua masjid itu, Jumat (15/3/2019).
Para mahasiswa dan staf University of Canterbury di Christchurch, Selandia Baru, Senin (18/3/2019) berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para korban serangan teror kembar yang menargetkan Masjid Al Noor dan Linwood. Setidaknya 50 orang meninggal dunia dan 50 lainnya terluka dalam serangan teror kembar di kedua masjid itu, Jumat (15/3/2019). (ANADOLU AGENCY/PETER ADONES)

Baca: Penembakan Terjadi di Belanda, Seorang Pria Keluarkan Senjata dan Berondong Orang Dalam Trem

Baca: Polisi Buru Penembak di Belanda, Lalu Lintas Trem Dihentikan, Ada Korban Tewas dan Luka-luka

Para mahasiswa dan staf University of Canterbury di Christchurch, Selandia Baru, Senin (18/3/2019) berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para korban serangan teror kembar yang menargetkan Masjid Al Noor dan Linwood. Setidaknya 50 orang meninggal dunia dan 50 lainnya terluka dalam serangan teror kembar di kedua masjid itu, Jumat (15/3/2019).
Para mahasiswa dan staf University of Canterbury di Christchurch, Selandia Baru, Senin (18/3/2019) berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para korban serangan teror kembar yang menargetkan Masjid Al Noor dan Linwood. Setidaknya 50 orang meninggal dunia dan 50 lainnya terluka dalam serangan teror kembar di kedua masjid itu, Jumat (15/3/2019). (ANADOLU AGENCY/PETER ADONES)

Islamofobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an, tetapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 September 2001 di New York City dan Washington, D.C, Amerika Serikat.

Sementara xenofobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing (imigran).

Beberapa definisi menyatakan xenofobia terbentuk dari keirasionalan dan ketidakmasukakalan.

Baca: VIDEO Polisi Selandia Baru Menangis Pasca Penembakan di Masjid, Sebut Bangga Jadi Muslim

Hentikan Bahasa Provokatif

Berbicara kepada media di kota Christchurch, Oktay mengatakan, teror dan teroris tidak memiliki agama, ras, dan geografi.

Halaman
123
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved