Bos Sedang di Medan

Dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Gayo Lues (Galus), sepanjang Rabu (20/3 kemarin

Bos Sedang di Medan
SERAMBINEWS.COM /ASNAWI LUWI
Personil Satlantas Polres Agara dibawah pimpinan Kasat Lantas, AKP Tris Zinno, sedang mengatur arus Lalulintas di SPBU Lawe Kihing, karena antrian panjang terjadi saat isi bbm sehingga timbul kemacetan. 

* Alasan SPBU tak Jual Premium
* Solar dan Pertalite juga Langka di Galus

BLANGKEJEREN - Dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Gayo Lues (Galus), sepanjang Rabu (20/3 kemarin tidak beroperasi alias tutup. Penutupan itu terjadi karena habisnya stok Solar dan Pertalite. Sedangkan stok Premium masih tersedia, tetapi tidak dijual.

Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya kelangkaan BBM di Galus. Tidak hanya untuk Solar dan Pertalite, tetapi juga Premium. Informasi dari seorang pemilik kendaraan, Herman, kelangkaan Solar dan Pertalite telah terjadi sejak Selasa (19/3). Pemilik kendaraan terpaksa membeli BBM di kios pengecer, namun stok ada sangat terbatas.

“Sejak kemarin (Selasa, 19/3), SPBU itu sudah kehabisan stok Solar, begitu juga dengan Pertalite. Kami terpaksa membeli BBM di kios pengecer. Namun sekaang stok di kios pegecer juga sudah habis,” ungkap pemilik kendaraan, Herman.

Pantauan Serambi kemarin, sebagian pemilik kendaraan juga banyak yang memilih antre di depan SPBU menunggu hingga SPBU tersebut dibuka kembali. Kendaraan yang antre bukan hanya yang berbahan bakar Solar, tetapi juga kendaraan berbahan bakar Premium atau Pertalite.

Inilah yang kemudian dipertanyakan masyarakat, sebab mereka mendapat informasi dari petugas SPBU bahwa stok premium masih ada. “Padahal di SPBU itu ada bensin (Premium). Tetapi mereka tidak melayani pengisian,” ungkap salah seorang pemilik kendaraan yang antre di depan SPBU Pengkalan, Blangkejeren.

Informasi tentang masih adanya stok Premium ini juga dibenarkan seorang petugas SPBU di Pengkala. Saat ditanyai Serambi, ia mengatakan bahwa Premium belum bisa dijual karena bos sedang berada di Medan, Sumatera Utara.

“Stok bensin sudah masuk dan ada ditangki itu (SPBU), tetapi ibu (bos) sedang berada di Medan, sehingga belum dibongkar dan dijual kepada pengendara,” jawabnya.

Seorang personel Satsabhara Polres Galus juga menyampaikan keherananya mengapa SPBU di Galus memilih tutup dan tidak menjual stok Premium. Sebab di masyarakat saat ini sedang kesulitan mendapatkan BBM.

Ia menduga pihak SPBU sengaja menimbun stok Premium tersebut, sebab selama ini Premium memang banyak dijual kepada pengecer dengan harga yang lebih mahal. Itu sebab stok Premium selalu tersedia di pedagang pengecer.

“SPBU itu seperti sengaja mengendapkan stok Premium. Padahal di Blangkejeren saat ini tidak hanya langka Solar dan Pertalite, tetapi juga langka Premium,” imbuh personel Satsabhara yang tidak disebutkan namanya itu.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved