Salam

Para Caleg Mestinya Mengukur Diri

Kesiapan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh untuk menampung para calon anggota legislatif (caleg) yang gagal

Para Caleg Mestinya Mengukur Diri
HUMAS ACEH
Wakil Ketua TP PKK Provinsi Aceh, Dyah Erti Idawati menyerahkan bantuan tunai modal usaha kepada salah satu dari 10 pasien miskin saat melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa Aceh (RSJ), Banda Aceh 

Kesiapan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh untuk menampung para calon anggota legislatif (caleg) yang gagal terpilih pada Pemilu 2019 nanti jangan dianggap lelucon, tetapi juga jangan disikapi terlalu serius. Sebab, caleg yang akan mengalami gangguan jiwa akibat gagal menjadi anggota dewan, itu pasti ada dan nyata.

Hanya saja terpulang kepada keluarganya apakah akan mengirim yang bersangkutan ke RSJ atau cukup merawat di rumah dengan terapi seadanya. Para caleg yang berpotensi terkena gangguan jiwa adalah mereka yang sangat terobsesi menjadi anggota dewan, tetapi lupa mengukur diri.

Mereka berimajinasi seakan-akan terpilih menjadi anggota dewan hanya dengan cara memasang baliho, benner, dan spanduk secara besar-besar di pinggir jalan, membagi-bagikan kartu caleg, serta membuat pertemun di sejumlah tempat. Semakin besar baliho, semakin besar pula imajinasi mereka akan terpilih.

Kecuali itu, secara tiba-tiba mereka pun menjadi ramah dengan tetangga, rajin melakukan silaturahmi, dan sering datang pula ke masjid. Padahal, sebelumnya hal-hal seperti tidak pernah dilakukan, bahkan diundang ke meunasah pun jarang datang.

Inilah sebagian perilaku caleg kita yang terkesan menghambur-hamburkan harta untuk bisa menjadi anggota dewan. Kalung istri, giwang anak-anak, dan bahkan cincin mertua ikut melayang tidak terkontrol. Makanya, sangat masuk akal jika kemudian mereka menjadi stress dan bahkan gila akibat tidak terpilih menjadi caleg.

Dan, kita pun patut bersyukur pihak RSJ Banda Aceh bisa menangkap gelaja tersebut dengan cara menyiapkan tempat khusus untuk menampung para caleg yang gagal terpilih pada Pemilu 2019 ini.

Sebelumnya Direktur RSJ Aceh dr Makhrozal M.Kes mengakui pihaknya memang belum menyediakan tempat khusus bagi caleg yang mengalami depresi akibat tak terpilih. “Namun jika ada, kami siap merawatnya,” jelas Makhrozal, seperti dikutip harian ini, Rabu (20/3).

Dikatakan Makhrozal, pascapemilu 2014 jumlah pasien gangguan jiwa yang menjalani rawat inap dan rawat jalan meningkat sekitar 12-23 persen dari kondisi sebelum Pemilu. Namun, pihaknya tidak berani memprediksi apakah pada Pemilu 2019 nanti jumlah tersebut akan terjadi peningkatan atau tidak.

“Belum bisa dipastikan. Kalau pun nanti ada, layanan unit intensif psikiatri sudah tersebar di sejumlah RSUD, penanganannya menjadi lebih menyebar. Tidak lagi terfokus ke RSJ Aceh di Banda Aceh,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, untuk penempatan kamar rawat inap pasien gangguan jiwa, disesuaikan dengan asuransi kesehatan yang digunakan pasien atau keluarga pasien. JKN KIS dan JKA Plus, katanya, ditempatkan pada kelas III. “Jadi pasien gangguan jiwa yang masuk ke RSJ, semuanya dilayani dan ditangani, sesuai dengan jenis kartu asuransi kesehatan yang digunakannya,” terangnya.

Ia menambahkan, sekarang ini pihaknya belum menyediakan tempat khusus untuk caleg yang mengalami gangguan jiwa karena tidak terpilih, tetapi kalau diminta RSJ Banda Aceh siap melayaninya. Begitu!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved