Mihrab

Ciptakan Amal Saleh yang Terus Mengalir Pahalanya

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala diberikan kesempatan hidup di dunia

Ciptakan Amal Saleh yang Terus Mengalir Pahalanya
IST
Mustanir Yahya

BANDA ACEH - Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala diberikan kesempatan hidup di dunia ini hanya sekali saja, dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya dan mengerjakan amal saleh dan berbagai kebaikan lainnya, sebagai bekal yang akan dibawa untuk kehidupan kekal dan abadi di akhirat kelak.

Dengan kesempatan hidup sekali tersebut dan usia manusia yang singkat apalagi umat Nabi Muhammad SAW terbatas usianya, jika dibandingkan umat-umat Nabi lain yang umurnya mencapai ratusan hingga ribuan tahun, tentunya waktu yang dimiliki untuk mengerjakan amal saleh juga menjadi terbatas.

Karenanya, umat Islam yang hidup di akhir zaman ini perlu lebih cerdas dan inovatif dalam melahirkan amal-amal saleh yang bisa mendatangkan pahala jariyah yaitu amal atau perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya, meskipun ia telah meninggalkan dunia dan berada di alam kubur.

Pahala dari amal perbuatan tersebut terus mengalir kepadanya selama orang yang hidup mengikuti atau memanfaatkan hasil amal perbuatannya ketika di dunia. Di sinilah kelebihan dari amal jariyah dari amal-amal yang lain yang hanya diberi balasan sekali dalam satu perbuatan.

Demikian antara lain disampaikan Ustaz Prof Dr Mustanir Yahya M.Sc, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jamik Kopelma Darussalam, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (20/3) malam.

“Kita yang diberikan kesempatan hidup hanya sekali oleh Allah dengan umur yang juga singkat, tentu lebih cerdas dalam beramal. Siapkan langkah-langkah agar amal saleh kita banyak pahalanya dan terus mengalir sepanjang masa. Harus punya trik agar amal saleh kita efektif dan efesien,” ungkap Prof Mustanir Yahya yang juga Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Besar.

Ia menyebutkan, hidup di dunia adalah saatnya menanam untuk persiapan modal hidup kita nanti di akhirat. Apa yang kita petik saat di akhirat nanti adalah apa yang kita tanam di dunia saat ini. Kalau hanya berbekal modal waktu, umur manusia saat ini sangat pendek, hanya 60-70 tahun. Kalau toh ada yang masih diberikan umur lebih hingga 100 tahun misalnya, pasti nikmat yang dirasakannya sudah banyak berkurang. Mata yang rabun, pendengaran yang jauh berkurang, fisik melemah, kaki yang gemetaran, ingatan yang berkurang dan banyak nikmat lainnya yang hilang.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan walaupun umur manusia saat ini pendek namun kesempatan berbuat baik bisa diperpanjang jauh di atas umur manusia yaitu melalui amal jariyah. Amal jariyah itu ada tiga yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved