Jangan Terpengaruh OTT Romy, Kabag TU Minta ASN Kemenag Aceh Fokus Kerja

H Saifuddin SE meminta semua aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai di lembaga tersebut untuk fokus bekerja memberi pelayanan kepada masyarakat.

Jangan Terpengaruh OTT Romy, Kabag TU Minta ASN Kemenag Aceh Fokus Kerja
For Serambinews.com
Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh, H Saifuddin. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, H Saifuddin SE meminta semua aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai di lembaga tersebut untuk fokus bekerja memberi pelayanan kepada masyarakat.

Imbauan itu disampaikan di tengah tajamnya sorotan terhadap Kemenag RI setelah tertangkap tangan eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy terkait dugaan suap jual beli jabatan di instansi pimpinan Lukman Hakim Saifuddin.

“Saat ini lembaga kita sedang disorot. Apapun yang terjadi, kami meminta semua ASN Kemenag Aceh fokus kerja. Tugas kita adalah memberikan pelayanan terbaik, biarkan masing masing menyelesaikan tugas mereka," kata Saifuddin kepada Serambinews.com, Kamis (21/3/2019).

Dia mengajak semua pejabat lembaga itu, baik di provinsi maupun daerah, untuk tidak terpengaruh dengan kondisi yang sedang terjadi di pusat.

Baca: Nasib PPP Pasca-OTT Romi

Baca: MaTA Tuding Ada Aktor Lain Dibalik Kasus Dugaan Korupsi di Kemenag Aceh

Baca: GeRAK Kirim Hasil Audit Kemenag Aceh ke KPK

Jangan sampai persoalan di pusat menurunkan semangat kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.  

"Mari kita lakukan sesuatu yang terbaik, jangan pernah berhenti untuk berbuat dan mengabdi. Mari kita tingkatkan kinerja dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tetap semangat melayani," ujar Saifuddin memberi semangat.

Dia juga meminta ASN agar memiliki intergritas dan loyalitas membangun lembaga.

Jangan malah memprovokasi dengan menyampaikan hal-hal negatif yang pada akhirnya membuat citra lembaga tempat dia mengabdi menjadi jelek.

“Apalagi ikut-ikutan mengekspos ke pihak luar sesuatu yang belum resmi atau masih dalam tahapan proses selanjutnya. Sehingga masyarakat akan salah kutip dan pada akhirnya masyarakat akan salah memahami duduk persoalan,” tukas dia. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved