Jembatan Adan Terbengkalai

Proyek pembnagunan jembatan Adan di Kecamatan Mutiara Timur, kabupaten Pidie telah terbengkalai sejak tiga tahun lalu, akibat tidak adanya anggaran

Jembatan Adan Terbengkalai
FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota Banggar DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, meninjau jembatan di Adan, Kecamatan Mutiara Timur, Kamis (21/3/2019), yang belum selesai dikerjakan 

* Sarana Menuju Kembang Tanjong dan Beureunuen

SIGLI- Proyek pembnagunan jembatan Adan di Kecamatan Mutiara Timur, kabupaten Pidie telah terbengkalai sejak tiga tahun lalu, akibat tidak adanya anggaran dari APBK Pidie. Sarana penyeberangan yang melintasi daerah aliran sungai (DAS) Tiro itu untuk menghubungkan Kembang Tanjong ke Beureunuen baru selesai dikerjakan pada tahap abutmen (pangkal jembatan).

Anggota Banggar DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail MAP, Kamis (21/3) menjelaskan, pembangunan jembatan Adan telah tiga tahun terhenti. Dia menyatakan jembatan itu sangat penting sebagai sarana mempercepat masyarakat saat hendak ke Kembang Tanjong maupun pusat perbelanjaan Beureunuen.

Dia mengatakan di sepanjang DAS Tiro dalam Kemukiman Adan dan Beureueh tidak ada jembatan lain. Mahfuddin mengatakan jembatan tersebut harus dianggarkan kembali, agar pembangunan dapat dilanjutkan kembali dan jika tidak, maka abutmen yang telah dibangun akan rusak digerus derasnya sungai Tiro.

“Kami berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, agar dalam APBK Perubahan 2019 atau APBK 2020 mengusulkan dana untuk kelanjutan proyek jembatan Adan ini,” katanya saat melakukan reses ke Kecamatan Mutiara Timur. Dia menyayangkan jika proyek jembatan itu terhenti lanjutannya, karena sangat dibutukan masyarakat.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Tantawi, yang dihubungi secara terpisah, Kamis (21/3) mengatakan pada 2019 tidak melanjutkan jembatan itu akibat kekurangan dana. Dia mengatakan akan mengusulkan kembali pada 2020 sebesar Rp 6 milliar untuk penanganan jembatan tersebut.

Disebutkan, tahun ini pemkab membangun tujuh jembatan menggunakan dana Otsus dan Dana Alokasi Umum (DAU) 17 unit. Jembatan yang dikerjakan tahun ini antara lain jembatan Perlak Baroh Sakti, Seulinggieng Padang Tiji, Gigieng Simpang Tiga dan jembatan Krueng Leuniek Mane, ujarnya.

Jembatan Jeungkheun Dibangun
Sebaliknya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie Jaya (Pijay) membangun jembatan Jeungkheun di Gampong Paya Pisang Klat, Kecamatan Bandar Dua l. Jembatan tersebut merupakan penghubung antar gampong di kawasan pedalaman kabupaten Pijay.

Kepala Dinas PU Pijay, Rizal Fikar ST, Jumat (22/3) mengatakan, kondisi jembatan Jungkheun yang terletak di Gampong Paya Pisang Klat, Bandar Dua selama dua tahun terakhir ini sangat memprihatinkan. “Selain kondisi abutment telah miring juga pinggir pinggir jembatan telah retak, sehingga tidak layak lagi dilalui warga,” sebutnya.

Dia mengatakan jembatan itu merupakan akses utama bagi ribuan warga Gampong Asan Kumba dan Gampong Alue Pinto Khop serta akses masyarakat ke kebun dan sawah di kecamatan paling timur di Pijay itu.

Dia menjelaskan pemerinta tetap memperhatikan untuk memperbaiki kembali jembatan itu, lewat usulan warga dan selanjutnya ditindaklanjuti ke Pemerintah Aceh sejak 2018 lalu. Disebutkan, melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2019 telah dialokasikan dana Rp 499 juta. “Saat ini prosesnya masih dalam pelelangan secara elektronik,” jelasnya.

Ditargetkan, pembangunan jembatan pada ruas jalan utama di Gampong Paya Pisang Klat dirampung dalam tahun ini dengan pembangunan jembatan alternatif atau jembatan darurat pada sisi pinggir tanah kebun warga, seraya meminjam tanah warga, seraya menunggu rampungnya jembatan permanen.

Dia berharap, seusai jembatan rampung dibangun, maka akses jalan tanpa harus memutar haluan yang sangat jauh yaitu 3 km sampai 4 km. “Jika tak ada halangan di lapangan, dalam waktu tiga bulan setelah proses tender, pembangunan jembatan itu dapat dirampungkan,”jelasnya.

Rizal Fikar juga menambahkan untuk pembamgunan jembatan di Gampong Blang Iboih, telah diusulkan perbaikan dalam DOKA tahun berikutnya. “Besar kemungkinan realisasi perbaikan jembatan di pedalaman Bandar Baru itu terealisasi pada 2020 mendatang dan kami berharap masyarakat dapat bersabar,” katanya.(naz/c43)

kondisi jembatan penghubung
* Abutmen telah rusak digerus sungai Tiro
* Terletak di Kecamatan Mutiara Timur, Pidie
* Telah terbengkalai sejak tiga tahun lalu
* Tidak ada anggaran dalam tahun ini
* Direncanakan, diusulkan pada 2020

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved