Tarif Angkutan Abdya-Galus Mahal

Tarif angkutan penumpang dan barang rute tengah Aceh dari Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menuju Blangkejeren

Tarif Angkutan Abdya-Galus Mahal
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Angkutan umum L-300 baik dari Medan tujuan Banda Aceh maupun sebaliknya sejak Selasa (13/03/2018) diwajibkan masuk terminal terpadu di Geulumpang Payong Bireuen 

BLANGPIDIE - Tarif angkutan penumpang dan barang rute tengah Aceh dari Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menuju Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus) disebut-sebut yang termahal di Aceh. Betapa tidak, tarif penumpang mencapai Rp 250.000 per orang, sedangkan tarif barang Rp 2.500 per kilogram (kg) dengan jarak tempuh sekitar 160 kilometer (km).

Keterangan yang diperoleh Serambi dari beberapa warga Blangpidie yang sering berpergian ke Terangun dan Blangkejeren, Galus, Jumat (22/3), menjelaskan, tarif angkutan penumpang dan barang yang sangat tinggi itu sudah lama berlangsung dan hingga saat ini belum ada perubahan.

Disebutkan, tarif penumpang dari Blangpidie (Abdya) ke Terangun (Galus) dengan jarak sekitar 120 km sebesar Rp 200.000 per orang dan barang Rp 2.000 per kg. Sedangkan dari Blangpidie (Abdya) ke Blangkejeren (Galus) dengan jarak sekitar 160 km, tarif penumpang mencapai Rp 250.000 per orang dan barang Rp 2.500 per kg.

Sebagai perbandingan, ujar warga, tarif angkutan penumpang dari Blangpidie (Abdya) menuju Banda Aceh dan sebaliknya dengan jarak sekitar 350 km, berkisar antara Rp 120.000 sampai Rp 150.000 per orang. “Demikian juga tarif angkutan penumpang dari Blangpidie (Abdya) menuju Medan, Sumatera Utara yang masih lebih murah dari tarif ke Galus tersebut, yakni hanya sekitar Rp 180.000 per orang,” tukas warga tersebut.

Diakuinya, memang belum ada angkutan umum khusus yang melayani rute Abdya menuju Galus dengan medan tempuh yang masih berat. Kendaraan yang difungsikan sebagai angkutan umum adalah Toyota Kijang dan Suzuki AVP minibus yang setiap hari melayani lintasan tengah Aceh dari Blangpidie-Terangun-Blangkejeren. Tarif angkutan darat yang mahal tersebut secara langsung berdampak tingginya harga bahan kebutuhan yang dipasarkan di Terangun dan Blangkejeren (Galus), khususnya barang yang dipasok dari Abdya seperti ikan basah.

Aman Ros, warga asal Galus yang kini menetap di Blangpidie saat ditanyai Serambi membenarkan, kalau tarif angkutan rute Blangpidie-Terangun Rp 200.000 per orang dan barang Rp 2.000 per kg, serta dan ongkos Blangpidie-Blangkejeren mencapai Rp 250.000 per orang dan barang Rp 2.500 per kg. Penyebabnya, ulas Aman Ros, karena medan jalan yang ditempuh masih sangat sulit akibat rusak parah di sejumlah titik. “Sehingga pemilik kendaraan butuh biaya besar untuk perawatan. Karena, setiap kali jalan, ada saja komponen yang rusak sehingga kendaraan harus selalu masuk bengkel,” ucapnya.

Belum lagi, terangnya, ban kendaraan sering diganti karena pecah terkena batu tajam sepanjang jalan menuju Terangun ataui Blangkejeren. Bahkan, biaya operasional ini kian membengkak tatkala kendaraan terjebak tanah longsor menimbun badan jalan sehingga harus menunggu berjam-jam, malah ada yang sampai harus bermalam di lokasi yang masih dalam kondisi hutan belantara tersebut.

Perbaikan jalan
Lebih lanjut, Aman Ros mengungkapkan, solusi untuk menurunkan tarif angkutan penumpang dan barang pada rute Blangpidie-Terangun-Blangkejeren tersebut adalah meningkatkan kondisi badan jalan lajur tengah Aceh itu. Pasalnya, medan jalan yang berat dengan titik kerusakan bertebaran membuat biaya operasional angkutan membengkak.

“Badan jalan yang rusak parah terjadi antara kilometer 20 sampai 28, yaitu lintasan masuk kawasan Kabupaten Abdya. Sedangkan kondisi badan jalan dalam kawasan Kabupaten Galus sudah lumayan bagus,” kata Aman Ros.

Oleh sebab itu, ia sangat mengharapkan, Pemerintah Aceh agar benar-benar serius meningkatkan Jalan Abdya-Galus, terutama lintasan masuk kawasan Abdya. “Bila jalur tengah Aceh ini mulus dan lancar, tentu akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Apalagi, jalur tengah tersebut juga menjadi rute transportasi darat sejumlah putra-putri asal Galus yang menempuh pendidikan tinggi di Abdya dan Aceh Barat,” tutupnya.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved