Aceh Berdoa untuk Muslim Selandia Baru

Insiden penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru (New Zealand) yang menewaskan

Aceh Berdoa untuk Muslim Selandia Baru
FOTO HUMAS DAN PROTOKOLER SETDA ACEH
PELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama ribuan jamaah mengikuti zikir dan doa bersama untuk korban penembakan Selandia Baru di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (23/3). 

BANDA ACEH - Insiden penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru (New Zealand) yang menewaskan 50 warga muslim, pekan lalu, benar-benar menggemparkan dan melukai masyarakat muslim dunia. Tak terkecuali dari Aceh, berbagai kalangan dengan tegas mengutuk insiden memilukan tersebut.

Tadi malam, ratusan orang juga berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memunajatkan zikir dan doa bagi para syuhada yang telah berpulang ke rahmatullah dalam peristiwa tersebut. Aceh berdoa untuk para muslim Selandia Baru yang menjadi korban penembakan teroris bernama Brenton Tarrat.

Amatan Serambi, para jamaah dari berbagai daerah di Banda Aceh dan Aceh Besar datang ke Masjid Raya Baiturrahman dan melaksanakan shalat Isya berjamaah lalu mengikuti kegiatan zikir dan doa bersama. Kegiatan zikir dan doa bersama tersebut digelar oleh Pemerintah Aceh sebagai bentuk solidaritas terhadap warga muslim Selandia Baru yang menjadi korban insiden itu.

Warga yang hadir rata-rata mengenakan pakaian serba putih termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Nova bersama sejumlah Kepala SKPA di lingkungan Pemerintah Aceh berdiri di saf terdepan saat pelaksanaan shalat Isya berjamaah. Tak kurang dari 15 saf laki-laki dan 5 saf perempuan terlihat saat shalat Isya berjamaah.

Acara zikir dan doa bersama diawali dengan shalat Isya berjamaah lalu dilanjutkan dengan sambutan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan dirangkai tausiah oleh Ustaz Masrul Aidi dan ditutup oleh Ustaz Asy’ari Ibrahim.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya mengecam keras peristiwa penembakan secara brutal terhadap 50 warga muslim di Selandia Baru. Pemerintah Aceh menggelar zikir dan doa bersama atas dasar bentuk solidaritas dan rasa kemanusiaan. Apalagi, korban yang meninggal adalah warga muslim.

“Kita buktikan dengan zikir dan doa yang kita laksanakan pada malam ini, sekaligus wujud ukhuwah dan solidaritas kita sebagai muslim di Aceh atas musibah yang menimpa saudara kita di Selandia Baru,” kata Nova.

Menurut Nova, peristiwa tersebut telah membuka mata dunia bahwa umat Islam tidak identik dengan tindak kekerasan, sehingga kerap mendapat stigma teroris. Artinya, menurut Nova, pelaku teroris dapat berasal dari agama manapun. “Yang pasti bahwa teroris adalah perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan prinsip kemanusiaan yang universal. Sementara itu Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, tidak membedakan ras dan warna kulit serta sangat toleran dengan semua kalangan,” kata Nova.

Zikir dan doa bersama yang digelar tadi malam juga salah satu representatif dari masyarakat Aceh untuk meningkatkan ukhuwah islamiah demi solidaritas muslim dunia. Maka sebagai muslim sejati, kata Nova, sudah seharusnya masyarakat Aceh juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh muslim di Selandia Baru. “Empati tersebut kita buktikan dengan zikir dan doa yang kita laksanakan pada malam ini sekaligus wujud ukhuwah dan solidaritas kita sebagai muslim di Aceh atas musibah yang menimpa saudara kita di Selandia Baru,” ujar Nova.

Dalam kesempatan itu, Nova juga meminta kepada Majelis Persmusyawaratan Ulama (MPU) Aceh untuk mengkaji ulang game-game yang berbau kekerasan yang selama ini digandrungi oleh banyak kalangan. Nova khawatir, game tersebut dapat membentuk pemikiran anak-anak Aceh untuk bertingkah serupa seperti game yang dimainkan.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved