Kampanye Terbuka Dimulai

Pemilu 2019 kini memasuki tahapan yang dinanti-nanti oleh semua peserta pemilu baik calon presiden/wakil presiden

Kampanye Terbuka Dimulai
AKMAL ABZAL,Komisioner KIP Aceh 

BANDA ACEH - Pemilu 2019 kini memasuki tahapan yang dinanti-nanti oleh semua peserta pemilu baik calon presiden/wakil presiden (capres/cawapres) dan calon anggota legislatif (caleg). Berdasarkan jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), mulai Minggu (24/3) hari ini, pesta demokrasi serentak memasuki tahapan kampanye terbuka atau disebut juga dengan rapat umum.

Kampanye terbuka Pemilu 2019 akan berlangsung hingga 13 April mendatang. Artinya, mulai hari ini penyelenggara pemilu sudah membolehkan peserta Pemilu 2019 untuk menggelar kampanye atau rapat umum di tempat-tempat terbuka seperti lapangan, stadion, atau tempat umum/terbuka lainnya.

Selain kampanye terbuka, kampanye melalui media massa (cetak dan elektronik) berupa iklan juga sudah boleh dipasang oleh peserta Pemilu 2019 hingga 13 April nanti, atau tiga hari sebelum pencoblosan. “Iya, mulai 24 Maret, berarti besok (hari ini, red) kampanye terbuka sudah dimulai, hingga 13 April nanti,” kata Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Akmal Abzal, kemarin.

Menurutnya, jadwal kampanye itu berlaku serentak di seluruh Indonesia. Khusus untuk pasangan capres/cawapres, di setiap provinsi termasuk Aceh, penyelenggara pemilu memberi jatah kampanye 10 kali. “Khusus untuk capres/cawapres baik pasangan nomor urut 01 maupun nomor urut 02 beserta partai pengusung dan pendukung mendapat jatah kampanye terbuka 10 kali atau 10 hari dengan jadwal yang sudah ditentukan,” kata Akmal.

Kampanye terbuka untuk capres/cawapres di Aceh, sebutnya, akan dimulai oleh capres/cawapres nomor urut 02 pada 24, 25, 28, 29 Maret serta dilanjutkan pada 1, 2, 6, 7, 10, dan 11 April. Sementara untuk capres/cawapres nomor urut 01 akan memulai kampanye terbuka pada 26, 27, 30, dan 31 Maret serta dilanjutkan pada 4, 5, 8, 9, 12, dan 13 April mendatang. “Lokasinya beda-beda, ada yang di kabupaten/kota dan ada juga yang di provinsi,” ujarnya.

“Kampanye dimulai besok (hari ini-red). Khusus untuk capres/cawapres, jika merujuk pada jadwal, ini jatahnya pasangan nomor urut 02 dan partai-partai pengusung dan pendukungnya. Pada tanggal 26 dan 27 Maret 2019 baru giliran pasangan nomor urut 01 dan seterusnya mengikuti jadwal yang sudah ada,” rinci Akmal.

Ditanya apakah ada capres/cawapres yang akan datang ke Aceh untuk menggunakan jadwal kampanye mereka pada 26 Maret 2019, Akmal mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari tim TKN atau tim pemenangan capres/cawapres nomor urut 01. “Soal capres/cawapresnya datang atau tidak, itu kami tidak berhak untuk menyampaikannya. Yang jelas, kami sudah menerima surat bahwa tim capres/cawapres nomor urut 01 akan berkampanye di Aceh pada tanggal tersebut,” katanya.

Kampanye terbuka capres/cawapres dibagi menjadi dua zona untuk seluruh Indoensia. Aceh termasuk Zona A bersama 16 provinsi lain. Kampanye terbuka dilaksanakan secara serentak di seluruh Indoensia. Kampanye terbuka akan berlangsung hingga 13 April, selanjutnya 14-16 April masa tenang, dan 17 April 2019 adalah hari pencoblosan. Proses perhitungan dan rekap suara akan dimulai setelah itu secara berjenjang hingga ke nasional.

Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Akmal Abzal, juga mengingatkan, semua peserta pemilu sebelum menggelar kampanye sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, terlebih dulu harus mengantongi surat izin yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian sesuai lokasi tempat digelar kampanye.

Ia juga menjelaskan, kampanye terbuka atau rapat umum harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua peserta pemilu baik capres/cawapres maupun caleg atau calon anggota DPD. “Kita berharap dalam kampanye dapat mengedepankan adu visi dan misi, serta konsep membangun. Kampanye kan mengundang banyak massa, jadi kita minta tertib agar tidak ada pergesekan-pergesekan di lapangan,” harap Akmal Abzal.

Sementara itu, Panwaslih Aceh Besar mengingatkan peserta pemilu di kabupaten itu untuk tetap patuh dan taat terhadap aturan-aturan yang ditetapkan dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu serta PKPU Nomor 23, 28, dan 33 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu. Beberapa hal yang perlu ditaati oleh peserta Pemilu antara lain menjaga ketertiban dan menghindari konvoi yang dapat memicu ketersinggungan antarpendukung. Selain itu, setiap kampanye harus menyertakan STTP (surat izin dari kepolisian) dan ditembuskan kepada penyelenggara pemilu (KIP dan Panwaslih).

“Pasal 45 ayat (1) PKPU Nomor 23 Tahun 2018 menyebutkan, petugas dan peserta rapat umum dilarang membawa atau menggunakan tanda gambar, simbol, panji, pataka, atau bendera yang bukan tanda gambar atau atribut dari peserta pemilu yang bersangkutan,” kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslih Aceh Besar, Nurhidayati, Sabtu (23/3).

Sementara pada ayat (2) pasal yang sama, kata Nurhidayati, disebutkan bahwa peserta kampanye rapat umum yang menggunakan kendaraan bermotor secara rombongan atau konvoi, dilarang melakukan pawai kendaraan bermotor tanpa pemberitahuan kepada kepolisian dan jangan sampai melanggar peraturan lalu lintas.

“Karena itu, kami mengimbau peserta pemilu di Aceh Besar khususnya agar dapat melakukan edukasi politik ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan taat terhadap aturan-aturan yang sudah ditetapkan untuk menciptakan suasana demokrasi yang harmonis dan tertib,” pungkas Nurhidayati.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved