Kembangkan Usaha Perabot, BUMG Ranto Kala Kekurangan Bahan Baku Kayu dan Butuh Bantuan Modal

Kunjungan tim P3MD Aceh Timur, disambut oleh Keuchik Gampong Seuneubok Tuha, Abdurrahman, Ketua BUMG Ranto Kala Juandi dan Kaur pemerintahan, Marzuki.

Kembangkan Usaha Perabot, BUMG Ranto Kala Kekurangan Bahan Baku Kayu dan Butuh Bantuan Modal
For Serambinews.com
Tenaga Ahli Pembangunan Ekonomi Desa, Azhari, didampingi Tenaga Ahli Pelayanan Dasar Yusmiadi atau Abu Yus, dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Aceh Timur (P3MD) Aceh Timur, mengunjungi BUMG Ranto Kala di Gampong Seuneubok Tuha, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Sabtu (23/3/2019). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Tenaga Ahli Pembangunan Ekonomi Desa, Azhari, didampingi Tenaga Ahli Pelayanan Dasar Yusmiadi atau Abu Yus, dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Aceh Timur (P3MD) Aceh Timur, mengunjungi BUMG Ranto Kala di Gampong Seuneubok Tuha, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Sabtu (23/3/2019).

Kunjungan dalam rangka memberikan bimbingan teknis kepada pengurus BUMG itu juga ikut serta petugas Pendamping Desa Pemberdayaan Jufri, Bustami, dan Nova, juga ikut hadir petugas pendamping Desa Teknik Insfrastruktur, dan Pendamping Lokal Desa Suryani dan Husni.

Kunjungan tim P3MD Aceh Timur, disambut oleh Keuchik Gampong Seuneubok Tuha, Abdurrahman, Ketua BUMG Ranto Kala Juandi, dan Kaur pemerintahan, Marzuki.

Juandi mengatakan  BUMG Ranto Kala bergerak pada tiga bidang usaha yakni mengelola unit usaha kebun sawit, doorsmer, dan pembuatan perabotan rumah tangga.

Baca: BUMG Dapat Mencegah Kekosongan Pupuk

Baca: Syamtalira Bayu Dirikan BUMG Bersama

Baca: Aceh Besar Plot Bantuan untuk 13 BUMG Terbaik

Sebelumnya BUMG ini telah mendapatkan penyertaan modal dari ADG/ADD gampong setempat sejak tahun 2016. Ketiga unit usaha ini mereka kelola sendiri dengan mempekerjakan 9 karyawan yang juga merangkap sebagai pengurus BUMG tersebut.

Perabotan rumah tangga yang dibuat dari BUMG ini, jelas Juandi, telah dipasarkan ke sejumlah gampong dalam Kecamatan Pante Bidari.

Juandi mengatakan untuk unit usaha perabotan pihaknya selain kekurangan bahan baku kayu juga kekurangan dana untuk mengembangkan usaha tersebut.

Pasalnya, untuk mengantar perabotan yang sudah selesai kepada pemesan harus menyewa kendaraan pihak lain.

“Selain kekurangan bahan baku kayu, kami juga keterbatasan anggaran, karena itu kami berharap pemerintah membantu modal atau sarana transportasi untuk memperlancar aktivitas usaha prabotan rumah tangga kami,” pinta Juandi.

Juandi mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan agar BUMG ini mendapatkan keuntungan maksimal dari setiap unit usahanya, sehingga dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Gampong (PAG).

Sementara itu, Tenaga Ahli Pembangunan Ekonomi Desa, Azhari, mengharapkan kehadiran dana ADG/ADD dapat meningkatkan PAG gampong, mengurangi angka pengangguran, dan membuka lapangan kerja dengan dukungan penuh dari aparatur gampong, pembinaan dan pengawasan dari Muspika, dan Pemkab Aceh Timur, sehingga realisasi penggunaan dana desa melalui BUMG dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved