Terminal Bus Kembali Kosong

Terminal Bus Terpadu Antar-Kota dalam Provinsi (AKDP) di Pidie Jaya yang sempat difungsikan selama sepekan

Terminal Bus Kembali Kosong
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Suasana Terminal Bus Terpadu antarkota dalam provinsi (AKDP) Pidie Jaya di Kecamatan Meurahdua mulai difungsikan pada 12 Maret 2019 

* Hanya Sepekan Berfungsi

MEUREUDU -Terminal Bus Terpadu Antar-Kota dalam Provinsi (AKDP) di Pidie Jaya yang sempat difungsikan selama sepekan, kini kembali sepi ditinggal bus penumpang. Tidak ada lagi bus yang suka rela masuk kompleks terminal senilai Rp 25 miliar itu. Sebab, sejak sepekan yang lalu, tidak ada lagi petugas dishub dan personel kepolisan yang mengarahkan kendaraan.

Pemungsian terminal yang terletak di Kecamatan Meurahdua itu dilakukan pada 12 Maret 2019 lalu. Sejumlah personel kepolisian dan staf Dishub setempat ditempatkan di pintu masuk. Semua bus penumpang termasuk L-300 diarahkan singgah di terminal ini. Tidak ada kutipan retribusi. Masa percobaan atau sosialisasi yang ikut dipantau Kasie Operasional Terminal Type A dan B, Ir Mulyawan dan Kadishub Pijay, Rusli MPD, berlangsung selama empat hari atau hingga 15 Maret 2019. Setelah masa ujicoba, diharapkan semua bus penumpang langsung masuk terminal kendati tidak ada petugas yang menjaga.

Namun, kini fakta menunjukkan bahwa bus penumpang umum hanya masuk terminal sekadar untuk memutar dan hanya berlangsung pada masa sosialisasi. Sementara setelah itu atau beberapa hari berikutnya hanya beberapa unit mobil yang singgah, lainnya langsung tancap gas. Bahkan kini sudah jelang sepekan, terminal tampak sepi senyap atau kosong melompong. Yang ada hanya sejumlah warga silih berganti dari pagi hingga malam duduk-duduk sambil ngopi sesama rekannya. Pada hari dinas, personel Dishub juga hadir.

Dari puluhan unit kios di kompleks terminal, hanya beberapa unit yang buka. Sisanya belum aktif atau masih tergembok. Sebelumnya sempat disebutkan bahwa semua kunci kios milik Dinas Perdagangan dan Koperasi setempat sudah diserahkan kepada pedagang. Nyatanya, hanya sekitar enam pintu yang buka. Beberapa warga Meurahdua kepada Serambi menyebutkan, mereka tidak yakin terminal bisa berfungsi dengan normal. “Rasanya jauh panggang dari api kalau terminal disebut bisa berfungsi,” kata seorang warga.

Kepala Seksi Operasional Terminal Type A dan Type B, Ir Mulyawan, yang dikonfirmasi Serambi, Minggu (24/3), membenarkan terminal terpadu Pidie Jaya kembali sepi, tidak lagi disinggahi angkutan penumpang. “Ya, benar terminal kembali sepi. Bus penumpang terutama jenis L-300 hanya singgah saat ada petugas yang menghalau di pintu masuk. Tidak ada petugas, kembali seperti biasa,” kata dia. Diakui Mulyawan, sangat sulit mengaktifkan terminal. Tak hanya di Pijay, daerah lainnya juga bernasib sama.

Catatan Serambi, terminal terpadu tipe B Pidie Jaya mulai dibangun tahun 2010 lalu hingga selesai tahun 2013. Total dana yang terserap sekitar Rp 25 miliar. Kini sangat disayangkan, setelah semua fasilitas pendukung berhasil dibangun, ternyata terminal tersebut harus ditelantarkan. Diakui, tidak hanya terminal jadi mubazir. Sejumlah bangunan lain yang sudah selesai di Pidie Jaya juga bagaikan rumah “hantu”. Misalnya saja pasar rakyat di Pantai Kuthang Trienggadeng juga bernasib serupa.(ag)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved