Laba Bank Aceh Syariah Tahun 2018 Rp 439 M

Kinerja keuangan PT Bank Aceh Syariah (BAS) pada tahun 2018 menunjukkan angka yang menggembirakan

Laba Bank Aceh Syariah Tahun 2018 Rp 439 M
ist
ADNAN GANTO,Penasihat Gubernur Aceh Bidang Keuangan dan Perbankan

BANDA ACEH - Kinerja keuangan PT Bank Aceh Syariah (BAS) pada tahun 2018 menunjukkan angka yang menggembirakan. Labanya setelah potong pajak mencapai Rp 439 miliar, naik 1,35% dibanding tahun 2017 yang berjumlah Rp 433 miliar. Selain itu, aset bank daerah ini pun meningkat dari Rp 22,60 triliun pada tahun 2017 naik menjadi Rp 23,09 triliun pada tahun 2018 (naik 2,14%).

Kredit yang disalurkan BAS juga meningkat. Jika tahun 2017 hanya Rp 12,80 triliun kredit yang disalurkan, tahun 2018 naik menjadi Rp 13,23 triliun. Artinya, terdapat kenaikan 3,04%.

Kinerja keuangan PT BAS yang menggembirakan itu terungkap dalam laporan Direktur Utama PT BAS, Haizir Sulaiman MH pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BAS Tahun Buku 2018 yang dilaksanakan di Aula Pendopo Wakil Gubernur Aceh, Senin (25/3) pagi.

Sebelumnya, angka tersebut telah disinggung sekilas oleh Haizir Sulaiman dalam pidatonya pada Gala Dinner Manajemen BAS bersama Pemegang Saham, Relasi, dan Mitra Kerja pada Minggu (26/3) malam di Hermes Palace Hotel.

RUPS tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT selaku pemegang saham pengendali dan para bupati/wali kota se-Aceh selaku pemegang saham, jajaran direksi, dan dewan komisaris PT BAS. Juga hadir Penasihat Gubernur Aceh Bidang Keuangan dan Perbankan, Dr Adnan Ganto MBA.

Dalam laporannya di depan peserta RUPS, Haizir juga merincikan realisasi pembiayaan yang dilakukan PT BAS sepanjang tahun 2018, yakni terdapat kenaikan pada kredit produktif. Jika pada tahun 2017 disalurkan hanya Rp 1,399 triliun (10,89%), pada tahun 2018 kredit produktif yang dikucurkan mencapai Rp 1,672 triliun (12,63%). Dengan demikian, dari segi persentase terdapat kenaikan 1,74%.

Disebutkan juga bahwa realisasi penyaluran kredit konsumtif pada tahun 2017 mencapai 11,447 triliun (89,11%). Kemudian, pada tahun 2018 angka nominalnya bertambah menjadi Rp 11,564 triliun, tapi persentasenya berkurang menajdi 87,37%, dengan pertumbuhan -1.74%.

Haizir juga merincikan bahwa dana pihak ketiga di BAS tahun 2017 sebesar 18,50 triliun, pada tahun 2018 berkurang sedikit yakni Rp 18,38 triliun (-0,59%). Tapi modal disetor naik dari sebelumnya Rp 1,04 triliun, pada tahun 2018 bertambah menjadi Rp 1,61 triliun (bertambah 1,87%).

Dividen per share ratio sebelumnya 24,85%, naik 0,05% menjadi 24,9%. Selain itu angka kredit macet (non-performance financing /NPF) gross turun dari kondisi sebelumnya 1,38%, kemudian pada tahun 2018 menjadi 1,04%.

Plt Gubernur Aceh dan para bupati/wali kota selaku pemegang saham yang hadir dalam RUPS kemarin mengapresiasi kinerja keuangan PT BAS yang semakin membaik di bawah kepemimpinan Haizir Sulaiman.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved