Nelayan Pidie Keluhkan SLO

Sejumlah nelayan di Pidie mengeluhkan pengurusan surat laik operasional (SLO) agar dapat mencari ikan di laut

Nelayan Pidie Keluhkan SLO
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh melakukan aktifitas bongkar muat ikan usai melaut 

* Harus Mengurus ke Pijay dan Banda Aceh

SIGLI- Sejumlah nelayan di Pidie mengeluhkan pengurusan surat laik operasional (SLO) agar dapat mencari ikan di laut. Keluhan itu, seiring para nelayan harus menunggu PNS yang menangani SLO dari Pidie Jaya pada setiap hari Jumat datang ke Pidie, karena di Pidie belum ada petugas dari Kementerian Kelautan untuk menangani SLO.

Muhammad Amin, seorang pawang boat di Kuala Pasi Peukan Baro, Senin (25/3) mengatakan para nelayan di Pidie membuat SLO harus pergi ke Meureudu, Pidie Jaya dan Lampulo, Banda Aceh. Dia mengatakan petugas yang membuat SLO dari Pidie Jaya akan datang setiap hari Jumat, yang berarti dalam satu pekan, hanya satu hari petugas melayani para nelayan di Pidie.

“Kadang-kadang, kami tidak sempat membuat SLO pada hari Jumat, sehingga tidak bisa melaut, karena setiap akan melaut, harus memiliki SLO,” jelasnya. Dia menyebutkan, seharusnya Pemkab Pidie menyediakan petugas yang mengeluarkan SLO, sehingga nelayan tidak kalang-kabut saat membuat surat untuk melaut. “Nelayan sangat mengeluhkan belum ada petugas di Pidie yang mengeluarkan SLO,” ujarnya.

Secara terpisah, anggota DPRK Pidie, Teuku Saifullah TS yang dimintai tanggapannya meminta Pemkab Pidie menempatkan PNS dari Kementerian Kelautan untuk bertugas secara permanen di Pidie. Dia menyatakan, jika hal itu dapat direalisasikan, maka para nelayan tidak perlu menunggu PNS dari kabupaten lain untuk mengurus surat pergi melaut.

“Seharusnya, saat penerimaan CPNS 2018, harus dimasukkan formasi yang belum ada, sehingga mampu menjawab keluhan nelayan. Jadi kita mendesak dinas terkait untuk menempatkan petugas, untuk memudahkan nelayan mengurus SLO setiap hari,” pungkasnya.

Menanggap hal itu, Kabid Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie, Azhari, Senin (25/3) mengatakan PNS yang bertugas mengeluarkan SLO untuk nelayan dari Pidie Jaya. Dikatakan, petugas tersebut datang ke Pidie setiap hari Jumat, karena pada hari tersebut nelayan tidak pergi melaut.

Dikatakan, SLO tersebut dibuat nelayan setelah membuat surat perizinan berlayar (SPB) dan SPB dibuat petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie. Terkadang, kata Azhari, nelayan mengurus SLO di Lampulo saat menurunkan ikan hasil tangkapan di laut.

“Tidak adaa masalah yang dikeluhkan nelayan terhadap pembuatan SLO. Saya periksa pada Jumat (23/3) tercatat sepulu SLO yang telah dikeluarkan petugas di Pidie. SPB dan SLO dikeluarkan di Pidie telah dilakukan pada Oktober 2018,” ujarnya.

Dia menyebutkan, untuk memperoleh SPB dan SLO nelayan harus pergi ke Pidie Jaya dan Lampulo dan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada nelayan melalui abu laot terhadap pembuatan SPB dan SLO. Dia mengatakan nelayan yang mengurus SLO, bagi mereka yang memiliki boat 10 GT ke atas dan saat ini, tercatat 60 boat 10 GT yang beroperasi di Pidie.

Dia menambahkan, dinas telah mempersiapkan satu PNS untuk mengikuti magang di Kementerian Kelautan RI yang dibiayai Pemkab dan nantinya akan bertugas dalam membuat SLO kepada nelayan Pidie.

“Sebenarnya, kami telah lengkap dalam pengurusan surat untuk izin berlayar yang ditangani petugas di Pidie, tetapi khusus petugas SLO kita masih mendatangkan dari Pidie Jaya,” pungkasnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved