Tafakur

Menerima Diri

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya

Menerima Diri

Oleh: Jarjani Usman

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Kemudian masuklah ke dalam (jamaah) hamba-hamba-Ku, Dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS. Al-Fajr: 27-30).

Banyak di antara kita yang tak menerima diri sendiri, terutama ketika ada yang mengetahui kita telah melakukan dosa. Dalam keadaan demikian, kita umumnya berusaha membantah sekuat-kuatnya, pertanda menolak diri sendiri. Walaupun tak menerima diri sendiri, kita berharap agar diterima sebagai orang baik.

Misalnya, walaupun berangkat ke Tanah Suci dengan menggunakan dana haram, masih berharap agar segala ibadah kita diterima Allah. Demikian juga, walaupun kerap memakan harta haram sehingga menjadi darah dan daging, masih berharap agar diterima sebagai penghuni surga. Padahal Allah tak pernah luput melihat segala yang kita lakukan.

Allah juga berjanji akan menerima yang baik-baik. Dan bila terlanjur melakukan perbuatan berdosapun, kita masih diberikan jalan keluar, yaitu bertaubat. Namun seringkali, ajakan ini dirasakan samar-samar, seakan-akan tak jelas cara melaksanakannya dan bisa ditunda hingga usia tertentu. Juga ada anggapan bahwa bertaubat akan mengurangi kesempatan meraih berbagai kesenangan dunia.

Padahal karena bertaubat, kesenangan akan bertambah-tambah dan bisa menerima diri sengan penuh kebahagiaan. Bukan hanya kita yang bisa menerima diri sendiri, tetapi juga Allah, yang akan menyambut kedatangan kita ketika kembali kepadaNya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved