Tafakur

Perbuatan Mulia

Jika ingin dimuliakan, kita harus melakukan perbuatan mulia. Termasuk di antaranya memberi maaf dan bersabar

Perbuatan Mulia

Oleh: Jarjani Usman

“Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan sesungguhnya yang demikian termasuk perbuatan-perbuatan yang mulia” (QS. Asy-Syuura: 43).

Jika ingin dimuliakan, kita harus melakukan perbuatan mulia. Termasuk di antaranya memberi maaf dan bersabar. Namun demikian, banyak orang yang ingin dirinya dimuliakan, enggan melakukan perbuatan-perbuatan mulia. Dan bahkan ada yang menganggap diri terhina atau jatuh martabat bila, misalnya, memaafkan orang yang telah melakukan kejahatan terhadap dirinya.

Padahal perbuatan memaafkan orang lain dan bersabar termasuk perbuatan-perbuatan yang disukai Allah, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah ayat dalam Alquran. Misalnya, “Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imran: 134). Rasulullah SAW juga senantiasa membuka pintu maaf dan bersabar dalam hidupnya, dan hingga sekarang dan bahkan akhir zaman, beliau diakui sebagai manusia mulia nomor wahid. Sebaliknya, orang-orang atau makhluk lain yang menyebut diri mulia seperti Fir’aun dan iblis, malah terhina sampai kapanpun.

Yang anehnya, banyak di antara kita yang lebih memilih mengikuti pola hidup Fir’aun dan iblis, walaupun mengaku mengikuti Rasulullah SAW. Misalnya, selalu ingin dimuliakan atau disanjung-sanjung, tak mau bersabar dalam kebaikan atau berbuat dosa, dan sulit untuk memberi maaf atau meminta maaf.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved