Tafakur

Curiga

Walau tidak dibolehkan, tak jarang ada orang yang memaksa diri melakukan tindakan buruk terhadap orang lain

Curiga

Oleh: Jarjani Usman

“Wahai orang-orang beriman, jika ada seorang fasik datang kepada kalian dengan membawa suatu berita, maka tabayyunlah, agar jangan sampai kalian menimpakan bahaya kepada kaum tersebut atas dasar kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kalian menyesali perbuatanmu” (QS. al Hujurat: 6).

Walau tidak dibolehkan, tak jarang ada orang yang memaksa diri melakukan tindakan buruk terhadap orang lain, hanya karena kecurigaan. Padahal itu berarti meninggalkan ajaran Islam, demi nafsu. Padahal bila hati-hati dan mengajak diri untuk menerapkan ajaran Islam, siapapun wajib menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu, yang disebut tabayyun.

Apalagi tindakan buruk yang gegabah karena kecurigaan bukan hanya merusak hati diri sendiri dan korban. Tetapi (hal itu) juga memutuskan tali persaudaraan, menghanguskan harta benda, dan bahkan bisa meregang nyawa. Tali persaudaraan yang terputus karena emosi tinggi dan korban nyawa, tak mudah disambung. Untuk menyambungnya biasanya membutuhkan waktu lama, walaupun Islam mengharamkan melebihi tiga hari.

Oleh karena itu, jangan pernah membenarkan ungkapan, “Kami masih muda dan masih berdarah panas”, sehingga merasa wajar melakukan tindakan-tindakan gegabah terhadap orang lain. Islam mewajibkan semua orang, tanpa membeda-bedakan usia, untuk menegakkan ajaran Islam dengan benar. Termasuk di antaranya melakukan tabayyun. Melakukan tindakan gegabah hanya karena kecurigaan itu adalah tindakan yang disukai setan, tetapi dilarang Allah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved