Pemkab Nagan Diminta Selamatkan Jalan Utama Geulanggang Gajah di Darul Mamur

Warga Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Darul Makmur, meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya guna menyelamatkan jalan utama di desa tersebut,

Pemkab Nagan Diminta Selamatkan Jalan Utama Geulanggang Gajah di Darul Mamur
For Serambinews.com
Sebagian titik erosi dipancangi kayu untuk menghambat terjadi erosi Krueng Lamie di dekat jalan utama Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (28/3/2019). 

Laporan Sa’dul Bahri Bahri |Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Warga Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Darul Makmur, meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya guna menyelamatkan jalan utama di desa tersebut, sebab saat ini tinggal 5 meter lagi dari sungai Krueng Lamie.

Akibat meluasnya erosi Krueng Lamie telah menyebabkan dua unit rumah warga dua tahun yang lalu ambruk ke sungai, termasuk sejumlah lahan milik warga di daerah itu.

“Kami berharap kepada pemerintah kiranya dapat menangani badan jalan yang terncam putus akibat kikisan sungai Krueng Lamie, agar warga kami tidak terisolir nantinya,” harap Anwar, Keuchik Geulanggang Gajah, Kecamatan Darul Makmur kepada Serambinews.com, Kamis (29/3/2019).

Dikatakannya, hal itu diungkapkan guna menjaga kepentingan masyarakat banyak, sehingga adanya penanganan agar erosi tidak meluas yang dapat melenyapkan rumah dan kebun warga di daerah itu.

Ia menambahkan, untuk mengatasi meluasnya erosi tersebut pemerintah diminta untuk  melakukan langkah-langkah penanganan dengan membangunan tanggul pengaman tebing, agar erosi tersebut tidak meluas saat banjir tiba.

Baca: Jalan Rusak di Tiga Kecamatan

Baca: Protes Jalan Rusak, Masyarakat Buat Kuburan di Tengah Jalan

Baca: Perbaikan Jalan Rusak Rp 700 Miliar

Lebih lanjut kata Anwar, sebagian warga yang rumahnya sudah dekat dengan sungai merasa resah dengan erosi Krueng Lamie, karena mengancam perumahan serta perkebunan yang menjadi sumber ekonomi.

Disebutkan, erosi itu terjadi setiap musim banjir yang mengikis tebing sungai secara perlahan-lahan.

Sementara perkebunan dan perumahan sebagian telah lama terkikis dan ambruk ke sungai dan terpaksa harus pindah ketempat lain pasaka erosi yang terjadi beberapa tahun yang lalu.

Namun saat ini yang terpenting akses masyarakat di jalan utama desa mesti harus ada penanganan, agar masyakat di daerah itu tidak terisolir nantinya yang menjadi jalan satu-satunya ke ibu kota kecamatan Darul Makmur (Alue Bilie), dan ke Kabupaten Nagan Raya (Suka Makmue). (*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved