Mihrab

Syariahkan Seluruh Bank Konvensional di Aceh

Aceh yang telah sekian lama menjalankan penerapan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat

Syariahkan Seluruh Bank Konvensional di Aceh
IST
Idris Mahmudy SH MH

BANDA ACEH - Aceh yang telah sekian lama menjalankan penerapan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat dan pemerintahnya, wajib mensyariahkan seluruh perbankan yang selama ini masih menggunakan sistem konvensional? (ribawi).

Ini merupakan bagian dari upaya menghapus sistem riba secara menyeluruh terutama yang masih dipraktikkan sejumlah bank konvensional di Bumi Serambi Mekkah, sehingga nantinya semua bank yang beroperasi di wilayah provinsi ini menjalankan sistem syariah dalam melayani nasabahnya.

Dalam implementasinya, sebagai dasar hukum juga telah ada regulasi tegas yang mengaturnya seperti disebutkan dalam Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Selain itu, dalam pasal 21 ayat (1) Qanun Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pokok-pokok Syariat Islam, secara tegas juga telah mewajibkan bahwa lembaga keuangan yang akan beroperasi di Aceh, harus melaksanakan berdasarkan prinsip syariah.

Demikian antara lain disampaikan Dr Tgk H Idris Mahmudy SH MH, Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di kediaman Haizir Sulaiman (Dirut Bank Aceh Syariah), Gampong Meunasah Manyang Pagar Air, Rabu (27/3) malam.

“Untuk Aceh saat ini tak ada pilihan lain untuk menghapus riba secara menyeluruh, semua bank yang beroperasi di sini harus berlaku syariah, tak boleh lagi yang konvensional,” ujar Tgk Idris Mahmudy pada pengajian KWPSI yang dipandu moderator, Dosi Elfian.

Mantan Ketua Mahkamah Syar’iyah Provinsi Aceh menegaskan, upaya mensyariahkan seluruh bank konvensional ini perlu dipikirkan bersama, terutama dari para pengambil kebijakan yaitu pimpinan daerah.

“Kita dorong terus pimpinan pemerintah daerah untuk mengimplementasikannya. Nanti pasti bisa jalan karena Aceh sudah bersyariah, ekonomi dan perbankannya juga harus syariah semuanya. UU dan qanun yang mengaturnya juga sudah mendukung, tinggal kita jalankan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, setelah beberapa tahun diperjuangkan berbagai pihak dan mendapat dukungan dari ulama dan Gubernur Aceh, sekarang sudah ada Bank Aceh Syariah yang lahir dengan cara konversi dari konvensional. “Harus kita pikirkan semua bank di Aceh ke depan harus bersyariah. Tapi sekarang satu dulu yang berhasil yaitu Bank Aceh Syariah. Tidak ada yang tidak mungkin, asal gubernur mau,” jelas Tgk Idris Mahmudy yang juga salah satu inisiator pembentukan Bank Aceh Syariah.

Dia juga memotivasi para pejuang untuk terwujudnya bank syariah, bahwa mereka akan mendapat ganjaran pahala yang sangat besar di sisi Allah karena perjuangannya telah menghapus kemaksiatan riba di daerah ini. “Berapa banyak telah selamatkan orang dari dosa riba. Umat yang kemarin-kemarin makan riba sekarang tidak lagi. Dua ribu kali pahala Shalat Tahajud bagi mereka yang mau berjuang untuk menghapus riba, karena telah mencegah perbuatan mungkar yang sangat keji,” tegasnya.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved