Begini Kisah Pemancar Radio Rimba Raya yang Diselundupkan dari Malaya

Banyak cerita mengiringi keberadaan Radio Rimba Raya. Adalah tentara Divisi Gajah I yang memesan peralatan pemancar Radio Rimba Raya, dari Malaysia.

Begini Kisah Pemancar Radio Rimba Raya yang Diselundupkan dari Malaya
Dok: Surat Kabar Pelita
H Bustanil Arifin, saat menjabat Menteri Koperasi/Ka Bulog, meresmikan prasasti monumen Radio Rimba Raya, di Desa Rimba (Rime) Raya Aceh Tengah (sekarang masuk Bener Meriah). Peresmian dilakukan pada Selasa, 27 Oktober 1987. Dalam gambar tampak Ibrahim Hasan dan Ny Ummi Salamah (kanan), istri Kolonel Hoesen Yoesoef. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Banyak cerita yang mengiringi keberadaan Radio Rimba Raya.

Adalah tentara Divisi Gajah I yang memesan peralatan pemancar Radio Rimba Raya, dari Malaya dengan cara diselundupkan.

Buku kecil “Peran Radio Rimba Raya” diterbitkan Kanwil Depdikbud Aceh, 1990, menuliskan, pemancar tersebut, diselundupkan oleh John Lie, seorang yang terkenal “raja penyelundup” Asia Tenggara.

Peristiwa penyelundupan ini terjadi menjelang Agresi Militer Belanda I bulan Juli 1947.

Disebutkan, John Lie menggunakan dua buah speedboat, yang satu berisi bahan makanan dan kelontong, yang satunya lagi berisi alat pemancar radio.

Ketika berpapasan dengan patroli laut Belanda, speedboat yang berisi bahan makanan dan kelontong melaju dengan kencang untuk memberi kesan mencurigakan.

Patroli Belanda terpancing lalu mengejar speedboat tersebut dan berhasil dilumpuhkan.

Sedangkan speedboat yang berisi alat pemancar dengan “santai” melaju menuju pantai Sumatera dan mendarat di Sungai Yu, pedalaman Aceh Timur.

Dari sini, peralatan diangkut ke Bireuen dan seterusnya digunakan oleh Divisi X untuk alat perjuangan.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved