Perangkat Radio Rimba Raya Pernah Dibawa ke Cot Gue Sebelum Akhirnya Dikirim ke Gayo

Pemancar radio di Cot Gue sama sekali tidak pernah bisa digunakan. Karena di saat yang sama terjadi Agresi Militer Belanda II, pada 19 Desember 1948

Perangkat Radio Rimba Raya Pernah Dibawa ke Cot Gue Sebelum Akhirnya Dikirim ke Gayo
Serambinews.com
Monumen Radio Rimba Raya di Kabupaten Bener Meriah 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Peralatan pemancar Radio Rimba Raya milik Divisi X pimpinan Kolonel Hoesin Yoesoef, pernah dibawa ke Bireuen. Tapi selang beberapa bulan, pemancar tersebut dipindahkan ke Koeta Radja (Banda Aceh).

Pemancarnya dipasang di kawasan pegunungan sebelah selatan Banda Aceh, yakni kawasan Cot Gue.

Studio siarannya berada di sebuah rumah peninggalan Belanda Peunayong.

Sayangnya, pemancar radio di Cot Gue sama sekali tidak pernah bisa digunakan. Karena pada saat yang sama terjadi Agresi Militer Belanda II, pada 19 Desember 1948.

Dalam situasi yang tidak mendukung itu, Gubernur Militer Aceh dan Tanah Karo, Tgk Mohd Daud Beureueh memerintahkan agar alat pemancar dipindahkan ke tempat lain.

Maka disepakatilah Aceh Tengah sebagai daerah tujuan. Daerah ini dianggap lebih aman karena wilayahnya bergunung dan berhutan-hutan.

Peralatan itupun ‘diungsikan’ ke Aceh Tengah pada 20 Desember 1948, dalam suatu pengawalan ketat dan rahasia. Daerah yang hendak dituju adalah Burni Bies.

Baca: Begini Kisah Pemancar Radio Rimba Raya yang Diselundupkan dari Malaya

Baca: Perangkat Radio Rimba Raya Saat Ini Ada di Museum TNI AD Yogyakarta, Radio Penyelamat Indonesia

Baca: Pemkab Bener Meriah Minta Kemenlu RI Telusuri Dokumen Rekaman Siaran Radio Rimba Raya di India

Perjalanan menuju Tanah Gayo dilukiskan begitu dramatis. Berkali-kali rombongan terpaksa menyingkir dari jalan raya untuk bersembunyi dari kejaran Belanda yang mengintai dengan pesawat udara.

Karena resiko perjalanan sangat tinggi, akhirnya rencana yang semula menuju Burni Bies dialihkan ke tempat lain, yakni Rime Raya (Rimba Raya). Di tempat inilah akhirnya pemancar didirikan.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved