Perangkat Radio Rimba Raya Saat Ini Ada di Museum TNI AD Yogyakarta, Radio Penyelamat Indonesia

Di perangkat tua Radio Rimba Raya itu tertera sebuah keterangan pendek, Pemancar hasil selundupan dari Malaya.

Perangkat Radio Rimba Raya Saat Ini Ada di Museum TNI AD Yogyakarta, Radio Penyelamat Indonesia
Dok: Surat Kabar Pelita
H Bustanil Arifin, saat menjabat Menteri Koperasi/Ka Bulog, meresmikan prasasti monumen Radio Rimba Raya, di Desa Rimba (Rime) Raya Aceh Tengah (sekarang masuk Bener Meriah). Peresmian dilakukan pada Selasa, 27 Oktober 1987. Dalam gambar tampak Ibrahim Hasan dan Ny Ummi Salamah (kanan), istri Kolonel Hoesen Yoesoef. 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Dimanakah perangkat Radio Rimba Raya disimpan?

Sutradara film dokumenter Radio Rimba Raya, Ikmal Gopi, mengatakan, perangkat radio bersejarah itu saat ini berada di Museum TNI Angkatan Darat (AD) Yogyakarta. Teregistrasi dengan No 60.607.318.

Ikmal Gopi suatu ketika datang ke museum tersebut untuk kepentingan pembuatan film dokumenter Radio Rimba Raya yang ia mulai sejak 2002 dan baru bisa diwujudkan pada 2006.

Di perangkat tua Radio Rimba Raya itu tertera sebuah keterangan pendek, "Pemancar hasil selundupan dari Malaya digunakan oleh Pemerintah RI di Sumatera/Aceh 1948," kata Ikmal Gopi, pria kelahiran Takengin dan alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) 2005 jurusan penyutradaraan.

Radio Rimba Raya pernah menjadi penyelamat Indonesia, dan satu-satunya radio yang menyuarakan keberadaan Indonesia, setelah RRI Jogjakarta jatuh ke tangan Belanda pada 19 Desember 1948.

Radio Rimba Raya tetap berperan sampai muncul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949 di Jakarta sebagai hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haaq.

Siaran Radio Rimba Raya dipancarkan dari belantara Desa Rimba Raya, Aceh Tengah (sekarang Bener Meriah -red).

Dari sanalah disuarakan pesan-pesan perjuangan dan dikumandangkan eksistensi Republik Indonesia.

“Republik Indonesia masih ada. Pemerintah Republik masih ada. Wilayah Republik masih ada, dan di sini adalah Aceh,” demikian antara lain bunyi siaran Radio Rimba Raya, ketika itu.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved