Ribuan Bungkus Rokok Ilegal Disita

Satuan Resort Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mengamankan ribuan bungkus rokok ilegal tanpa cukai

Ribuan Bungkus Rokok Ilegal Disita
Serambi Indonesia
Polres Aceh Barat Daya Amankan Ribuan Bungkus Rokok Ilegal 

* Dua Tersangka Turut Diamankan

BLANGPIDIE - Satuan Resort Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mengamankan ribuan bungkus rokok ilegal tanpa cukai yang dimasukkan dalam 13 karung goni di salah satu rumah dalam kawasan Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, kabupaten setempat, Rabu (27/3).

Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK dalam konferensi pers, Jumat (29/3) sore, yang digelar di aula Mapolres setempat, mengatakan, selain mengamankan ribuan bungkus rokok merek Luffman, pihaknya juga mengamankan dua tersangka yang diduga sebagai pengedar rokok tersebut ke sejumlah kios-kios yang ada di Abdya.

Kedua tersangka itu, bebernya, berinisial As (42), warga Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie dan Yu (43), warga Pawoh, Kecamatan Susoh. “Keduanya diamankan karena kedapatan memiliki rokok ilegal tanpa cukai sekaligus tanpa ada gambar peringatan kesehatan di bungkus rokok tersebut,” jelas Kapolres.

AKBP Moch Basori menyebutkan, ribuan bungkus rokok itu dibeli dengan harga sekitar Rp 61.200.000 dari salah satu penjual asal Medan, Sumatera Utara (Sumut). “Dalam operasi ini, kita telah mengamankan barang bukti berupa 9 selop rokok merk Up Next Revolution dan 13 karton rokok Luffman yang masing-masing karton berjumlah 50 selop dengan satu selop berisi 10 bungkus,” terangnya.

Di samping 13 karton itu, ucap Kapolres, di lokasi polisi juga menyita 13 selop lagi rokok merk Luffman dalam rumah salah satu tersangka. “Untuk saat ini, tersangka sedang kita proses,” tukas AKBP Basori, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi SH, dan Kasat Narkoba, Ipda Mahdian Siregar.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan keberadaan rokok ilegal itu agar tidak beredar luas di Abdya. Terkait rokok ilegal yang sudah beredar, lanjutnya, jika dalam jumlah banyak maka akan dilakukan penyitaan. “Tapi, kalau kecil ya kita ingatkan agar tidak menjual dan membeli rokok tersebut,” tandasnya.

Sedangkan, bagi kedua tersangka yang berhasil diamankan itu, Kapolres memaparkan, mereka diancam dengan Pasal 199 ayat (1) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 62 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen junto Pasal 55 KUHP. Dalam Pasal 199 ayat (1) itu disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau memasukkan rokok ke dalam wilayah NKRI dengan tidak mencantumkan peringatan kesehatan berbentuk gambar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta”.

Rilis Kasus Sabu dan Pencabulan
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi SH, dan Kasat Narkoba, Ipda Mahdian Siregar, juga merilis sejumlah kasus narkoba jenis sabu dan ganja yang ditangkap jajarannya dalam waktu dan lokasi berbeda dengan empat tersangka. Dari tangan pelaku, sebut Kapolres, polisi berhasil mengamankan 4 bungkus sabu dengan berat keseluruhan 0,96 gram dan ganja seberat 4,24 gram.

Selain itu, ungkap AKBP Moch Basori, Polres Abdya juga menghadirkan tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur yang tidak lain adalah anak tirinya. Kasus asusila itu akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya.(c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved