Seniman Gayo: Pemerintah Perlu Bangun Museum Didong

Untuk mendokumentasikan karya-karya puisi didong dari para syeh (penyair) didong, perlu dibangun Museum Didong Gayo.

Seniman Gayo: Pemerintah Perlu Bangun Museum Didong
Serambinews.com
Pertunjukan seni didong di Gedung Olah Seni Takengon, tema 'Didong Menolak Korupsi'. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Untuk mendokumentasikan karya-karya puisi didong dari para syeh (penyair) didong, perlu dibangun Museum Didong Gayo. Saran ini diutarakan seniman Gayo di Jakarta, Alwien Desry.

"Sumber utama penciptaan karya-karya musik dan lagu Gayo berasal dari didong. Karena itu sepantasnya di Gayo dibangun Museum Didong," kata Alwien Desry yang aktif mengembangkan kesenian Gayo di Jakarta bersama Sanggar Buntul Kubu.

Ia mencontohkan lagu  Gayo "rune runang" yang selalu dibawakan di panggung Liga Dangdut Indonesia.

Lagu tersebut diciptakan oleh syeh (penyair) didong, Item Gamang dari grup Amruna Kampung Umang Aceh Tengah. 

"Dengan adanya Museum Didong maka karya-karya para seh (penyair) didong itu bisa diselematkan dan menjadi warisan sastra terpenting bagi generasi mendatang," ujar Alwien.

Selain Item Gamang, masih banyak syeh (penyair) Gayo yang karyanya sangat hebat, seperti Lakiki, Toet, Daman, Sali Gobal, Syeh Tujuh, Syeh Sahak, Syeh Aris, dan lainnya.

"Dulu, para syeh itu menciptakan karyanya secara lisan, tidak tertulis. Karena itu, perlu dihimpun dan ditelusuri kembali karya-karya mereka," ujar Alwien.

Baca: Puisi Didong dan Smong jadi Bahan Ajar Sanggar Sastra Balai Pustaka Angkatan II

Baca: Lagu Gayo Rune Runang Melejit dan Populer di Kompetisi Liga Dangdut Indonesia

Baca: Perangkat Radio Rimba Raya Pernah Dibawa ke Cot Gue Sebelum Akhirnya Dikirim ke Gayo

Ia mengatakan, kehidupan masyarakat Gayo dengan seni didong sangat menyatu.

Melodi-melodi didong itu kaya namun sederhana. "Seluruh orang Gayo bisa berdidong, seperti orang Gayo Lues bisa bersaman," ujar Alwien Desry.

Ia pernah mengusulkan pembangunan Museum Didong kepada Bupati Aceh Tengah  ketika masih dijabat Ir Nasaruddin. "Kita harapkan ide ini bisa dilanjutkan oleh bupati sekarang," kata Alwien Desry.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved