Delapan Rumah Dhuafa akan Selesai 15 April, Ini Target Baitul Mal Pidie Jaya

Pembangunan delapan unit rumah dhuafa yang dibangun dengan dana zakat dan infak tahun 2019 senilai Rp 600 juta segera diselesaikan

Delapan Rumah Dhuafa akan Selesai 15 April, Ini Target Baitul Mal Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Wakil Bupati Pidie Jaya, H Said Mulyadi (Tiga Kiri) berfoto bersama dengan masyarakat Kecamatan Jangka Buya disela-sela kunjungan melihat rumah duafa yang dibangun Baitul Mal setempat yang telah rampung 100 persen, Senin (1/4/2019). 

Delapan Rumah Dhuafa akan Selesai 15 April, Ini Target Baitul Mal Pidie Jaya

Laporan Idris Ismail I Pidie jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Pembangunan delapan unit rumah dhuafa yang dibangun dengan dana zakat dan infak tahun 2019 senilai Rp 600 juta segera diselesaikan oleh pihak Baitul Mal Pidie Jaya (Pijay) hingga batas waktu 15 April 2019.

Ke delapan pembangunan  unit rumah dhuafa yang tersebar di delapan kecamatan itu masing-masing di Kecamatan Bandar Baru, Panteraja, Tringgadeng, Meureudu, Meurah Dua, Jangka Buya,  Bandar Dua dan Kecamatan Ulim.

Progress pembangunan rumah dhuafa itu telah mencapai 85 persen. 

Satu unit rumah di Kecamatan Jangka Buya sudah rampung 100 persen dan mulai ditempati oleh penerima mamfaat," ujar Kepala Baitul Mal Pidie Jaya, Tgk H Marzuki M Ali SH kepada Serambinews.com Senin (1/4/2019).

Menurut Tgk Marzuki, selaku lembaga pengumpul dan penyalur zakat dan infak Pemkab Pijay tetap memegang komitmen untuk segera menuntaskan rumah dhuafa di delapan kecamatan dengan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas dan sesuai dengan spesifikasi teknis.

"Pembamgunan rumah warga sangat miskin mulai dibangun sejak Jumat, 2 Februari 2019 dan ditargetkan tuntas dan dapat digunakan oleh penerima mamfaat pada pertengahan April mendatang," sebutnya.

Baca: Sampaikan Eksepsi, Terdakwa Pembuat Video KH Maruf Amin Mirip Sinterklas Sebut Dakwaan JPU Kabur

Baca: Panggung Ceramah Ustaz Somad Dibangun Megah di Stadion Haji Syahadat Kutacane, Catat Jadwal Acaranya

Hingga perjalan waktu selama sembilan pekan atau selama 63 hari, secara serentak pembangujan rumah ini dapat tuntas.

Pembangunan dengan tengat waktu cepat ini dapat tuntas dengan menerapkan pola pembangunan yang diawasi oleh konsultan pelaksana yaitu pihak penerima mamfaat menerima dana yang ditransfer langsung ke dalam rekening untuk selanjutnya dibelanjakan berbagai kebutuhan material bangunan dan ongkos tukang.

Pembangunan kedelapan unit rumah dhuafa tersebut bersumber darai dana zakat dan infak dari alokasi dana 2019 ini senilai Rp 600 juta dan masing-masing unit rumah membutuhkan biaya Rp 75 juta.

Proses pembangunan rumah dimulai di Gampong  Baroh Lancok, Kecamatan Bandar Baru yang langsung dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Abbas. 

 "Saya sangat nyakin rumahvini tuntas tepat waktu tanpa mengabaikan spesifikasi mutu," ujarnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved