Kupi Beungoh

Geliat Aceh Membangun Industri Pariwisata

Bentang sejarah masyarakat Aceh tersebut telah melahirkan beragam budaya yang dikelompokkan berdasarkan kawom atau disebut pula sebagai sukee

Geliat Aceh Membangun Industri Pariwisata
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Kukuh Siswoyo, pemerhati kebijakan publik 

Geliat Aceh Membangun Industri Pariwisata

Oleh: Kukuh Siswoyo*)

Kebijakan Pemerintah Aceh untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata patut mendapat dukungan berbagai pihak sebagai prioritas kebijakan untuk meningkatkan pendapatan dan pembangunan daerah.

Bank Indonesia Provinsi Aceh melaporkan bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Aceh tahun 2017 sebesar 10,87 triliun rupiah. (Serambinews, 31 Juli 2018)

Baca: Pariwisata Aceh Sumbang Rp 10,87 T

Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh pada tahun 2017 mencapai angka 2.944.169 wisatawan, dimana 2.865.189 adalah wisatawan domestik dan 78.980 mancanegara.

Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2016, di mana jumlah wisatawan ke Aceh sebanyak 2.154.249 wisatawan, 2.077.797 adalah wisatawan domestik dan 76.452 mancanegara. (Aceh Tribunnews, 14 Mei 2018).

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tersebut tidak terlepas dari promosi pariwisata yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Aceh dalam beberapa tahun belakangan.

Rencana pelaksanaan kegiatan pariwisata pun disusun dalam Calendar of Event Aceh pada tahun 2018 dan 2019 yang terdiri dari 100 kegiatan yang berbasis pada potensi alam dan budaya yang dikemas dalam bentuk festival budaya, festival kuliner, festival kesenian tradisional dan modern, festival kegiatan religius, dan turnamen olah raga.

Baca: VIDEO - Bukan Tempat Sampah, Ini Dia Daya Tarik Wisata Gampong Jawa Banda Aceh

Baca: Ribuan Warga Padati Area Festival Kuah Beulangong

Baca: Pembukaan Khanduri Laot Festival Meriah

Upaya serius Pemerintah Aceh untuk meningkatkan industri pariwisata di Aceh tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya dua penghargaan internasional dalam ajang World Halal Tourism Awards 2016 yang diadakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yaitu World Best Halal Cultural Destination dan World’s Best Airport for Halal Travellers. (Kominfo, 17 November 2016)

Pengembangan industri pariwisata yang dilakukan Pemerintah Aceh dengan memanfaatkan potensi budaya dan alam sebagai daya tarik pariwisata merupakan suatu hal sudah sepantasnya dilakukan, mengingat bahwa Aceh memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang beragam serta kekayaan alam yang melimpah.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved